Galeri

kunir putih penyembuh kanker

This gallery contains 1 photo.

JAMU KAPSUL KUNIR PUTIH ramuan tradisional terbuat dari tanaman kunir putih yang sudah terbukti banyak khasiatnya. Ditambah sari dari beberapa tanaman langka untuk menambah kemanfaatannnya. Tidak ada tambahan zat kimia (non kimiawi), sehingga tidak membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jangka … Baca lebih lanjut

Krisdayanti Jual Rumah Untuk Biaya Nikah

Diva cantik Krisdayanti dikabarkan sudah menjual rumah barunya senilai Rp2,1 miliar di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Hal ini dibenarkan kuasa hukum sekaligus sahabat dekatnya Elsi Lontoh.

“Iya itu memang benar, rumah di Pondok Indah itu akan dijual,” kata Elsi, Rabu 6 Oktober 2010. “Tapi masih tahap negosiasi belum deal.”

Elsi mengatakan bahwa tidak ada masalah serius dengan pemilikan rumah itu. “KD (sapaan akrab Krisdayanti) memang membeli rumah itu bukan untuk ditempati secara permanen, dan memang ingin menjualnya,” jelas Elsi.

KD membeli rumah seluas 120 meter persegi tersebut pada pertengahan Agustus 2009 dengan harga per meternya mencapai Rp 8,5 juta.

Namun, tersiar kabar KD menjual rumah tersebut untuk membiayai pernikahannya dengan Raul. Hal ini dibantah Elsi. “Tidak sampai segitunya. Tidak ada hubungaannya jual rumah dengan biaya pernikahan. Kalau biaya nikah kan calon suaminya yang mengurusi,” tutur Elsi Lontoh. sel/vivanews

sumberberita/http://www.filmpendek.com/krisdayanti

Aida Mengaku Diperkosa Zainuddin MZ


Aida Saskia (Foto:Johan Sompotan/okezone)

BOGOR – Aida Saskia terus membeberkan hubungan terlarangnya dengan Zainuddin MZ. Bahkan, Aida menyebut dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan manta ketua umum Partai Bintang Reformasi tersebut.

Sore tadi, Aida didampingi penasihat hukumnya Alamsyah Hanafiah mengajak wartawan ke sebuah vila di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor. Di situ, Aida mengaku telah mengalami perbuatan tidak senonoh yakni perkosaan.

Kepada wartawan Aida mengaku sering diajak ke vila di Cibogo saat dia masih duduk di bangku SMA. Saat bercerita, Aida tak kuasa menahan tangis. Alamsyah langsung menjelaskan apa yang dialami kliennya.

“Di tempat ini, Aida diperkosa. Dia tidak mau tapi terus dipaksa,” kata Alamsyah, Minggu, (10/10/2010) sore.

Keterangan ini diperkuat oleh penjaga vila yang tak mau disebut identitasnya. Pria itu kerap melihat Zainuddin membawa Aida ke vila namun tidak bermalam disana.

Aida sendiri berharap Zainuddin yang terkenal sebagai Dai Sejuta Umat itu mengakui perbuatannya. Bila tidak, artis pendatang baru itu tidak segan melaporkan peristiwa yang dia alami ke kepolisian.

sumberberita/http://id.omg.yahoo.com/news/

Bokong Besar Pertanda Jantung Sehat

VIVAnews – Memiliki bokong besar bukan sekadar menampilkan kesan seksi. Studi terbaru mengungkap, timbunan lemak di bagian bokong dan paha dapat meningkatkan harapan hidup pemiliknya.

Berdasar studi yang dilakukan sejumlah pakar kesehatan dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota, lemak yang terakumulasi di bokong dan pangkal kaki bagian atas justru mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tidak seperti lemak di perut yang meningkatkan risiko tiga penyakit tersebut.

Tim peneliti yang dipimpin Dr Michael Jensen melibatkan 28 pria dan wanita sebagai partisipan. Selama delapan minggu, mereka memberi perlakuan dan pola makan yang sama terhadap seluruh partisipan. Mereka ingin melihat pertumbuhan lemak di tubuh para partisipan.

Mayoritas partisipan memiliki lemak sekitar 2,45 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan dada. Sementara di bagian tubuh bawah seperti bokong, pinggul, dan paha sekitar 1,5 kg. Pengukuran ini dilakukan sebelum dan setelah ‘masa karantina’.

Dalam penelitian terungkap, ada perbedaan sel-sel lemak yang melilit bagian tubuh atas dan bawah. Sel-sel lemak di bagian tubuh bawah mengandung agen anti-inflamasi alami yang dapat menghentikan penyumbatan arteri.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Jensen mengatakan, temuan ini menantangnya untuk mencari cara meningkatkan produksi lemak di bagian tubuh bagian bawah tanpa menambah timbunan lemak di bagian tubuh bagian atas. “Ini penting untuk membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit.”

Temuan yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences mungkin bisa menjelaskan manfaat memiliki tubuh berbentuk buah pir. (pet)

sumber:

Aida Saskia Punya Bukti Hubungan Terlarang dengan Zainuddin MZ


Aida Saskia (Foto:Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA – Setelah berani buka suara tentang hubungan terlarang dengan Zainuddin MZ di masa lalu, Aida Saskia menyiapkan sejumlah bukti untuk melawan kiai yang pernah mendekatinya selama sembilan tahun itu.

“Saya punya buktinya, berupa Foto dan lain-lain. Saya enggak akan beberkan di sini karena pada saatnya nanti akan ketahuan juga. Tapi untuk video enggak ada. Zainuddin MZ itu orang yang parno divideoin,” beber Aida, saat ditemui di sebuah restoran di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2010).

Kemunculan Aida membuka kisah lama dengan Zainuddin itu memang sudah dipersiapkan dengan matang. Penyanyi dangdut asal Bogor ini tak akan berani buka mulut jika tak memiliki bukti. Apalagi, sebelumnya pun dia sudah diancam oleh Zainuddin supaya tutup mulut.

“Saya tahu dia bukan orang sembarangan. Apalagi dia da’i sejuta umat, berkharisma. Pasti dia bisa melakukan apapun nantinya,” ujar Aida.

Perempuan kelahiran 6 Juli 1985 ini nekat membongkar hubungan terlarang dengan dai yang sudah berkeluarga itu agar masyarakat tahu mengenai apa yang diperbuat kepadanya selama ini.

“Saya melakukan ini atas kemauan saya sendiri. Semoga dengan bicara ini, masyarakat tidak lagi dibohongi dengan isi ceramahnya. Saya baru ngomong sekarang karena sudah tidak kuat dan ini saatnya meledak,” ucapnya lantang.

Perkenalan Aida dengan Zainuddin MZ bermula dari kegiatannya mengisi acara organ tunggal di Bogor. Waktu itu, Aida masih belia. Dia baru duduk di bangku kelas satu SMA. Usai acara organ tunggal, wanita yang berprofesi penyanyi dangdut ini ditawari makan oleh Zainuddin.

Setelah bertukar nomor telepon, pertemuan berlanjut. Zainuddin sering menyempatkan bertandang ke rumah Aida yang masih tinggal dengan orangtuanya di Bogor.

Keduanya menjadi sangat dekat. Hubungan terlarang itu berlangsung selama satu tahun lebih. Bahkan, perempuan berkulit putih ini sering diajak menemani kiai kondang itu ke luar kota.

sumber:http://id.omg.yahoo.com/news/

Campuran Dalam Air Mani

Campuran Dalam Air Mani

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:

“Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.

Miliki Buku Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’ an dan Hadis (MAQDIS) saat ini juga….!
diterbitkan oleh PT Sapta Sentosa, Bandung. Ditulis oleh puluhan penulis internasional ternama, “Harun Yahya” adalah salah satu di antaranya.

sumber : mukjizatalquran.com
http://ariefhikmah.com/mukjizat/campuran-dalam-air-mani/

Jujur Pada Sejarah dan Nurani

Abdul Haris Nasution (1918-2000)
Jujur Pada Sejarah dan Nurani

Gaya hidup bersahaja dibawa Jenderal Besar A.H. Nasution sampai akhir hayatnya, 6 September 2000. Ia tak mewariskan kekayaan materi pada keluarganya, kecuali kekayaan pengalaman perjuangan dan idealisme. Rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, tetap tampak kusam, tak pernah direnovasi. Namun Tuhan memberkatinya umur panjang, 82 tahun.

Pria Tapanuli ini lebih menjadi seorang jenderal idealis yang taat beribadat. Ia tak pernah tergiur terjun ke bisnis yang bisa memberinya kekayaan materi. Kalau ada jenderal yang mengalami kesulitan air bersih sehari-hari di rumahnya, Pak Nas orangnya. Tangan-tangan terselubung memutus aliran air PAM ke rumahnya, tak lama setelah Pak Nas pensiun dari militer. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, keluarga Pak Nas terpaksa membuat sumur di belakang rumah. Sumur itu masih ada sampai sekarang.

Memang tragis. Pak Nas pernah bertahun-tahun dikucilkan dan dianggap sebagai musuh politik pemerintah Orba. Padahal Pak Nas sendiri menjadi tonggak lahirnya Orba. Ia sendiri hampir jadi korban pasukan pemberontak yang dipimpin Kolonel Latief. Pak Nas-lah yang memimpin sidang istimewa MPRS yang memberhentikan Bung Karno dari jabatan presiden, tahun 1967.

Pak Nas, di usia tuanya, dua kali meneteskan air mata. Pertama, ketika melepas jenazah tujuh Pahlawan Revolusi awal Oktober 1965. Kedua, ketika menerima pengurus pimpinan KNPI yang datang ke rumahnya berkenaan dengan penulisan buku, Bunga Rampai TNI, Antara Hujatan dan Harapan.

Apakah yang membuatnya meneteskan air mata? Sebagai penggagas Dwi Fungsi ABRI, Pak Nas ikut merasa bersalah, konsepnya dihujat karena peran ganda militer selama Orba yang sangat represif dan eksesif. Peran tentara menyimpang dari konsep dasar, lebih menjadi pembela penguasa ketimbang rakyat.

Pak Nas memang salah seorang penandatangan Petisi 50, musuh nomor wahid penguasa Orba. Namun sebagai penebus dosa, Presiden Soeharto, selain untuk dirinya sendiri, memberi gelar Jenderal Besar kepada Pak Nas menjelang akhir hayatnya. Meski pernah “dimusuhi” penguasa Orba, Pak Nas tidak menyangkal peran Pak Harto memimpin pasukan Wehrkreise melancarkan Serangan Umum ke Yogyakarta, 1 Maret 1949.

Pak Nas dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya
melawan kolonialisme Belanda. Tentang berbagai gagasan dan konsep perang gerilyanya, Pak Nas menulis sebuah buku fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare.

Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, jadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite bagi militer dunia, West Point Amerika Serikat (AS). Dan, Pak Nas tak pernah mengelak sebagai konseptor Dwi Fungsi ABRI yang dikutuk di era reformasi. Soalnya, praktik Dwi Fungsi ABRI menyimpang jauh dari konsep dasar.

Jenderal Besar Nasution menghembuskan nafas terakhir di RS Gatot Subroto, pukul 07.30 WIB (9/9-2000), pada bulan yang sama ia masuk daftar PKI untuk dibunuh. Ia nyaris tewas bersama mendiang putrinya, Ade Irma, ketika pemberontakan PKI (G-30-S) meletus kembali tahun 1965. Tahun 1948, Pak Nas memimpin pasukan Siliwangi yang menumpas pemberontakan PKI di Madiun.

Usai tugas memimpin MPRS tahun 1972, jenderal besar yang pernah 13 tahun duduk di posisi kunci TNI ini, tersisih dari panggung kekuasaan. Ia lalu menyibukkan diri menulis memoar. Sampai pertengahan 1986, lima dari tujuh jilid memoar perjuangan Pak Nas telah beredar. Kelima memoarnya, Kenangan Masa Muda, Kenangan Masa Gerilya, Memenuhi Panggilan Tugas, Masa Pancaroba, dan Masa Orla. Dua lagi memoarya, Masa Kebangkitan Orba dan Masa Purnawirawan, sedang dalam persiapan. Masih ada beberapa bukunya yang terbit sebelumnya, seperti Pokok-Pokok Gerilya, TNI (dua jilid), dan Sekitar Perang Kemerdekaan (11 jilid).

Ia dibesarkan dalam keluarga tani yang taat beribadat. Ayahnya anggota pergerakan Sarekat Islam di kampung halaman mereka di Kotanopan, Tapanuli Selatan. Pak Nas senang membaca cerita sejarah. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini melahap buku-buku sejarah, dari Nabi Muhammad SAW sampai perang kemerdekaan Belanda dan Prancis.

Selepas AMS-B (SMA Paspal) 1938, Pak Nas sempat menjadi guru di Bengkulu dan Palembang. Tetapi kemudian ia tertarik masuk Akademi Militer, terhenti karena invasi Jepang, 1942. Sebagai taruna, ia menarik pelajaran berharga dari kekalahan Tentara Kerajaan Belanda yang cukup memalukan. Di situlah muncul keyakinannya bahwa tentara yang tidak mendapat dukungan rakyat pasti kalah.

Dalam Revolusi Kemerdekaan I (1946-1948), ketika memimpin Divisi Siliwangi, Pak Nas menarik pelajaran kedua. Rakyat mendukung TNI. Dari sini lahir gagasannya tentang perang gerilya sebagai bentuk perang rakyat. Mtode perang ini dengan leluasa dikembangkannya setelah Pak Nas menjadi Panglima Komando Jawa dalam masa Revolusi Kemerdekaan II (948-1949).

Pak Nas muda jatuh cinta pada Johana Sunarti, putri kedua R.P. Gondokusumo, aktivis Partai Indonesia Raya (Parindra). Sejak muda, Pak Nas gemar bermain tenis. Pasangan itu berkenalan dan jatuh cinta di lapangan tenis (Bandung) sebelum menjalin ikatan pernikahan. Pasangan ini dikaruniai dua putri (seorang terbunuh).

Pengagum Bung Karno di masa muda, setelah masuk di jajaran TNI, Pak Nas acapkali akur dan tidak akur dengan presiden pertama itu. Pak Nas menganggap Bung Karno campur tangan dan memihak ketika terjadi pergolakan di internal Angkatan Darat tahun 1952. Ia berada di balik ”Peristiwa 17 Oktober”, yang menuntut pembubaran DPRS dan pembentukan DPR baru. Bung Karno memberhentikannya sebagai KSAD.

Bung Karno akur lagi dengan Pak Nas, lantas mengangkatnya kembali sebagai KSAD tahun 1955. Ia diangkat setelah meletusnya pemberontakan PRRI/Permesta. Pak Nas dipercaya Bung Karno sebagai co-formatur pembentukan Kabinet Karya dan Kabinet Kerja. Keduanya tidak akur lagi usai pembebasan Irian Barat lantaran sikap politik Bung Karno yang memberi angin kepada PKI.

Namun, dalam situasi seperti itu Pak Nas tetap berusaha jujur kepada sejarah dan hati nuraninya. Bung Karno tetap diakuinya sebagai pemimpin besar. Suatu hari tahun 1960, Pak Nas menjawab pertanyaan seorang wartawan Amerika, ”Bung Karno sudah dalam penjara untuk kemerdekaan Indonesia, sebelum saya faham perjuangan kemerdekaan.” ►sh

JIWA PERJUANGAN BUNG KARNO PERLU JADI SUMBER INSPIRASI

JIWA PERJUANGAN BUNG KARNO
PERLU JADI SUMBER INSPIRASI

Oleh :A. Umar Said

Renungan dan catatan tentang BUNG KARNO (8)

P.S. Penulis adalah salah seorang yang ikut mengumpulkan tanda-tangan di Budapest tahun 1962, dan menjadi anggota Panitia Pusat KWAA di Jakarta.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sosok atau ketokohan Bung Karno sebagai pemimpin nasionalis revolusioner memang unik sekali. Karena itulah, dalam rangka memperingati HUT-nya yang ke-100, masalah ini penting juga untuk bersama-sama diangkat kembali atau ditelaah lagi, sebagai usaha untuk menempatkan peran sejarahnya pada ketinggian yang semestinya. Juga untuk mencoba mengerti mengapa ia sejak dari muda ia sudah menerjunkan dirinya dalam perjuangan yang penuh keberanian dan keteguhan hati untuk membela kepentingan rakyat melawan kolonialisme Belanda, dan mengapa pula ketika sudah menjadi kepala negara pun masih tetap mengemban pandangan revolusioner, baik secara nasional maupun secara internasional.

Dengan menelaah kembali ketokohan Bung Karno dari segi ini, maka akan nampak bahwa Bung Karno adalah seorang pemimpin nasionalis revolusioner yang luar biasa!!! Dengan mempelajari kembali sejarahnya, dengan membaca kembali tulisan-tulisan atau mendengarkan kembali pidato-pidatonya, dan dengan meneliti berbagai politiknya ketika sudah menjadi kepala negara, kita bisa mengerti bahwa Bung Karno adalah memang seorang pemimpin bangsa yang seluruh hidupnya telah diabdikan kepada kepentingan rakyat dan bangsa sebagai keseluruhan. Dalam hal ini, patutlah kiranya bahwa Bung Karno dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi banyak orang, yang ingin mengabdikan diri mereka kepada kepentingan rakyat banyak, atau ingin mengabdikan diri mereka kepada persatuan bangsa dan kerukunan antara berbagai golongan dalam masyarakat.

Karena sejarah Bung Karno sudah begitu lama diusahakan dipendam selama Orde Baru/Golkar, dan karena begitu banyak serangan terhadap ajaran-ajarannya atau perlawanan terhadap pandangan-pandangan politiknya di bidang nasional maupun internasional, maka sudah sepantasnyalah kalau sekarang kita kenang kembali siapakah sebenarnya Bung Karno itu, dan apa pulakah artinya bagi perjuangan bangsa Indonesia.

(Sekedar untuk kita ingat-ingat bersama : alangkah pentingnya, untuk tujuan ini, bisa dikumpulkan kembali segala pidatonya yang tertulis dan yang terekam dalam piringan hitam maupun kaset – untuk dipakai sebagai kenangan dan bahan penelitian)

PERJUANGAN REVOLUSIONER SEJAK MUDA

Dengan membaca kembali sejarah Bung Karno ketika ia masih muda, jelaslah bahwa sejak dini sekali ia sudah terpanggil jiwanya oleh perjuangan bangsa. Banyak tulisan yang sudah mengungkap betapa besarnya pengaruh perjuangan Haji O.S. Tjokroaminoto (pimpinan Sarekat Islam) ketika ia mondok (in de kost) di rumahnya di Surabaya ketika Bung Karno menginjak usia dewasa. Sejak umur 15 tahun dan belajar di sekolah menengah Belanda (HBS) ia sudah bergaul dengan berbagai tokoh pergerakan nasional melawan kolonialisme Belanda. Tekad Bung Karno untuk berjuang bagi bangsa memang sudah terlihat dengan nyata sekali sejak muda. Tetapi, hal yang jarang disebut atau bahkan tidak diketahui oleh banyak orang adalah pengakuan Bung Karno sendiri dalam pidatonya di depan kongres PKI ke-6 di Jakarta (tahun 1959).

Dalam pidatonya itu, ia mengatakan bahwa dalam tahun 1922 atau 1923 — artinya, ketika ia berusia 21-22 tahun telah menyelundup sebagai peninjau (penonton, katanya) untuk menghadiri kongres PKI yang diadakan di satu sekolah partikelir di Jalan Pungkur Bandung. Dikatakannya, bahwa dalam ruangan kongres yang sederhana itu, dalam deretan 15 kursi pimpinan PKI (hoofdbestuur, dalam bahasa Belandanya) ada 9 kursi yang kosong karena mereka yang harus duduk di atas kursi itu sedang meringkuk dalam penjara. (Catatan : Tentang pidato Bung Karno di depan Kongres ke-6 PKI ini, yang dikenal juga sebagai pidato “Yo sanak yo kadang, malah yen mati aku sing kelangan” – Sebagai saudara, sebagai keluarga, kalau mati saya yang kehilangan ada tulisan tersendiri).

Pengakuan Bung Karno sendiri, bahwa sebagai mahasiswa yang belajar di Sekolah Tinggi Belanda untuk menjadi insinyur, telah menyelundup untuk menghadiri Kongres PKI adalah suatu petunjuk penting untuk bisa mengerti tentang komitmennya sebagai pejuang nasionalis revolusioner. Sikapnya sebagai seorang nasionalis, yang sekaligus seorang Muslim dan juga seorang yang berpandangan Marxist diuraikannya secara jelas dalam pidatonya di depan Kongres ke-6 PKI itu (baca : Bintang Merah nomor istimewa Kongres Nasional ke-6 PKI, 1959).

Pidatonya di depan kongres PKI tahun 1959 itu mencerminkan bahwa gagasan dasarnya tentang persatuan revolusioner antara berbagai golongan bangsa bukanlah hanya ketika ia sudah menjadi kepala negara, melainkan sudah sejak ketika ia masih muda. Tulisan-tulisan Bung Karno dalam jilid pertama Dibawah Bendera Revolusi (antara lain : Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme yang ditulisnya untuk majalah Suluh Indonesia dalam tahun 1926) adalah bukti-bukti nyata tentang dasar-dasar gagasannya yang besar itu. Bagi mereka yang ingin mengerti siapa Bung Karno dan apa cita-citanya, membaca karya-karyanya dan mendengar isi berbagai pidato-pidatonya adalah penting sekali.

BUNG KARNO SEBAGAI PERPADUAN TRI-CITRA

Tentang sejarah perjuangan Bung Karno ketika ia masih muda, adalah menarik sekali untuk kita telaah kembali kata pengantar oleh Panitia Penerbit Dibawah Bendera Revolusi jilid pertama (1963), yang juga mengandung pesan bagi kita semua dalam situasi yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara dewasa ini, sesudah jatuhnya Orde Baru. Kata pengantar tersebut berbunyi antara lain sebagai berikut :

Kalau pembaca tergolong orang dari generasi baru, artinya tidak pernah merasakan atau melihat sendiri pasang-surutnya pergerakan kemerdekaan di jaman penjajahan Belanda (karena masih sangat muda atau belum lahir), akan mendapat pengertian yang lebih jelas tentang hakiki perjoangan kemerdekaan di masa yang lalu, yaitu yang tidak akan didapati dalam buku-buku sejarah. Antara lain akan mengerti, bahwa sejak tahun 1926 Bung Karno sudah mencita-citakan persatuan antara golongan Nasional, Islam dan Marxis, sehingga persatuan Nasakom sekarang ini pada hakekatnya bukan barang baru dalam rangka perjoangan rakyat Indonesia yang dipelopori Ir. Sukarno.

Apa yang tersurat dan tersirat dalam tulisan-tulisan itu, memperjelas pengertian si-pembaca, bahwa revolusi Agustus 1945 yang berhasil gemilang itu, bukanlah suatu maha-kejadian yang berdiri sendiri atau yang terjadi dengan sendirinya, tetapi cetusan di dalam sejarah yang sangat erat hubungannya dengan persiapan-persiapan yang sudah berpuluh-puluh tahun dilakukan oleh pergerakan-pergerakan kemerdekaan di Indonesia dengan pengorbanan yang tidak sedikit.

Bagi pembaca yang mengalami atau melihat sendiri pasang-surutnya perjoangan kemerdekaan di jaman penjajahan Belanda dan turut merasakan atau melihat sendiri peranan Bung Karno sebagai pemimpin terbesar, buku ini merupakan penyegaran kembali pengertian dan kesedaran tentang apa sesungguhnya jiwa dan tujuan pergerakan kemerdekaan di masa lampau itu. Dengan membaca lagi tulisan-tulisan Ir. Sukarno, orang dapat menelaah diri sendiri, misalnya dengan pertanyaan : Apakah sikap dan tindakan saya sekarang ini masih sesuai dengan jiwa dan maksud pergerakan saya di masa yang lalu, yakni tujuan-tujuan yang seharusnya tidak berhenti dengan tercapainya kemerdekaan Indonesia saja, tetapi harus berjalan terus menuju terkabulnya cita-cita pembentukan masyarakat adil dan sempurna (istilah Ir Sukarno di masa yang lalu) yang maksudnya tidak lain yalah masyarakat adil dan makmur. Apakah saya sudah berganti haluan dan berganti bulu, bercita-cita menjadi semacam Exponen dari kapitalisme nasional yang disinyalir dan dikutuk oleh tulisan-tulisan Bung Karno itu.

Di samping ada dua segi manfaat tersebut di atas, buku tebal inipun memberi gambaran tentang tulisan pribadi Ir. Sukarno. Dalam tulisan-tulisan itu tergambarlah Bung Karno sebagai “pendekar persatuan”, sebagai “strateeg”, sebagai “pendidik”, sebagai “senopati” pemegang komando pergerakan kemerdekaan bangsa, sebagai seorang “Islam modern” yang gigih menganjurkan supaya pengertian Islam disesuaikan dengan kemajuan zaman yang pesat jalannya, sebagai “realis”, sebagai “humanis” dan sebagai suatu pribadi tempat perpaduan tri-citra, yakni Nasionalis, Islamis dan Marxis (kutipan selesai).

MASA MUDA BUNG KARNO YANG PENUH GEJOLAK

Kalau kita teliti kembali sejarah perjuangan Bung Karno, maka nampak sekali dari tulisan-tulisannya selama masa kolonialisme Belanda, bahwa sebagai seorang pemuda ia sudah berusaha dengan segala cara untuk MEMBANGKITKAN kesadaran dan MENGHIMPUN semua kekuatan bangsa dalam melawan kolonialisme Belanda. Ketika ia masih belajar di Sekolah Tinggi Teknik Bandung, ia sudah melakukan kegiatan-kegiatan politik secara aktif. Dan sesudah tammat sebagai insinyur (tahun 1926) ia memilih jalan kehidupan yang mencerminkan tekadnya untuk mencurahkan tenaga dan fikirannya bagi perjuangan bangsa. Dalam usia 26 tahun ia sudah mendirikan PNI (4 Juli 1927) bersama-sama dengan Mr. Sartono, Mr Wilopo dan Mr Sunaryo, dengan tujuan utama : menentang kolonialisme dan imperialisme dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh adalah garis politik tidak kerjasama (non-kooperasi) dengan pemerintahan Belanda.

Salah satu di antara hasil besar kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bung Karno lewat PNI adalah terbentuknya PPPKI (Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) dalam bulan Desember 1927. Dalam PPPKI tergabung berbagai partai dan perkumpulan yang penting waktu itu. Dengan terbentuknya PPPKI, maka dapat dicegah adanya ketidaksatuan dalam perjuangan dalam melawan kolonialisme Belanda. Peran Bung Karno dalam PNI dan PPPKI adalah penting bagi berlangsungnya satu peristiwa yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia selanjutnya, yaitu diselenggarakannya kongres pemuda di Jakarta dalam tahun 1928. Dalam kongres inilah lahir Sumpah Pemuda : satu nusa, satu bangsa, satu bahasa : Indonesia!

Pemerintahan kolonial Belanda melihat PNI sebagai bahaya yang serius, dan karenanya dalam bulan Desember 1929, para pemimpinnya (Ir. Sukarno, Maskun, Gatot Mangkupradja dan Supriadinata) ditangkap dan diajukan ke depan pengadilan kolonial di Bandung. Dalam peristiwa pengadilan inilah Bung Karno telah makin menunjukkan kecermelangan gagagan-gagasan besarnya, lewat pidato pembelaannya yang bersejarah yang berjudul Indonesia Menggugat itu. Pada tanggal 17 April 193I pengadilan menjatuhkan vonnisnya dan karenanya Bung Karno dimasukkan dalam penjara Sukamiskin (Bandung). Kemudian, PNI terpaksa dibubarkan, demi keselamatan para anggotanya.

Setelah dibebaskan dari penjara dalam tahun 1932, Bung Karno menggabungkan diri dalam Partindo (Partai Indonesia) yang didirikan oleh teman-temannya untuk meneruskan perjuangan PNI dengan nama baru. Tetapi, karena kegiatan-kegiatan Bung Karno di Partindo dianggap terus berbahaya oleh pemerintahan kolonial Belanda, maka ia ditangkap lagi dan kemudian dibuang ke Endeh (Flores) dan diteruskan ke Bengkulu. Bung karno mengalami pemenjaraan selama dua tahun di Sukamiskin dan delapan tahun di pembuangan. Ia baru bebas dalam tahun 1942, setelah tentara Jepang menduduki Indonesia.

Kegiatan politik Bung Karno di masa mudanya (antara usia 20-an sampai 32 tahun) merupakan dasar yang membentuk kesosokannya dalam kehidupannya di kemudian hari. Tetapi, berbagai faktor situasi waktu itu juga punya pengaruh besar terhadap perjuangan Bung Karno. Di antara faktor-faktor itu adalah terjadinya pembrontakan PKI dalam tahun 1926 melawan pemerintahan kolonial Belanda (terutama di Banten dan di Sumatra Barat). Patut diingat bahwa karena pembrontakan melawan Belanda ini, sebanyak 1 300 orang telah ditangkap dan kemudian dibuang ke Boven Digul.

UNTUK MENGHANCURKAN BUNG KARNO PERLU DIHANCURKAN PKI

Dengan latar-belakang yang demikian itulah barangkali kita bisa mencoba mengerti kepribadian Bung Karno, sebagai pejuang kemerdekaan bangsa, dan juga, kemudian, sebagai kepala negara. Sejak muda ia sudah melahirkan gagasan-gagasan besar bagi bangsa. Gagasannya yang amat cemerlang adalah yang dituangkannya dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945, yang terkenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Bahwa pada usia 44 tahun ia telah dapat merumuskan berbagai fikiran yang begitu luas dan mendalam adalah sesuatu yang menunjukkan bahwa Bung Karno memang patut diakui sebagai pemimpin bangsa atau negarawan atau pemikir yang ulung.

Selama perjuangan revolusi fisik (antara 1945-sampai 1949), Bung Karno juga telah memainkan peran penting dalam memimpin revolusi besar melawan kolonialisme Belanda (dan juga Inggris, pada tahun-tahun permulaan kemerdekaan). Demikian juga setelah terbentuknya Republik Indonesia Serikat dan dibubarkannya (kemudian) negara federal ini, Bung Karno telah berhasil memimpin perjuangan bangsa, sampai terbentuknya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tetapi, sejak tahun 1950 tidak henti-hentinya perjalanan sejarah bangsa kita mengalami berbagai persoalan yang rumit. Baik yang merupakan persoalan-persoalan dalamnegeri, sebagai bagian dari banyak persoalan negeri yang baru dibangun, maupun yang merupakan akibat dari persoalan yang berkaitan dengan faktor-faktor internasional waktu itu. Untuk sekedar mengambil sebagai contoh betapa banyaknya persoalan dalam negeri yang harus dihadapi oleh negara dan bangsa waktu itu : pembrontakan RMS, pembrontakan Andi Aziz, pembrontakan Kahar Muzakkar, pembrontakan DI-TII, akibat pemilu 1955, akibat diputuskannya perjanjian dengan Belanda, akibat pembrontakan PRRI-Permesta, perjoangan merebut kembali Irian Barat.

Di bidang internasional, faktor-faktor yang berikut juga mempunyai pengaruh langsung atau tidak langsung dengan perkembangan dalamnegeri Indonesia sejak tahun 1950 sampai 1965 : lahirnya RRT, persekutuan antara Taiwan (Kuomintang) dengan AS, pecahnya Perang Korea, berkobarnya perang di Indo-Cina, lahirnya ANZUS dan SEATO, penyelenggaraan konferensi Bandung dalam tahun 1955, hubungan Indonesia yang baik antara Uni Soviet dan juga RRT, peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok, kerjasama tertutup antara TNI AD dengan AS, bantuan CIA kepada pembrontakan PRRI-Permesta, didirikannya Malaysia. Banyak faktor-faktor luarnegeri ini (terutama faktor Perang Dingin waktu itu) mempunyai hubungan atau pengaruh langsung terhadap persoalan-persoalan yang timbul di dalamnegeri.

Jelaslah dari jalannya perkembangan situasi waktu itu, bagi Bung Karno menjadi sasaran bagi kekuatan-kekuatan tertentu dalamnegeri, dan juga bagi kekuatan-kekuatan asing yang sudah sejak lama melihat pada sosok Sukarno sebagai kekuatan yang harus dihancurkan atau dilumpuhkan. Percobaan pembunuhan 7 kali terhadapnya, dikepungnya Republik Indonesia, pemboikotan ekonomi oleh pasaran Barat dll, adalah usaha-usaha untuk menghancurkannya.

Dengan mempertimbangkan situasi dalamnegeri yang demikian itu, dan juga gangguan (subversi) kekuatan-kekuatan asing waktu itu, Bung Karno telah mendorong atau menyetujui lahirnya idee untuk kembali ke UUD 45, diberlakukannya SOB, sistem demokrasi terpimpin, pembentukan kabinet Gotong Royong, gagasan Nasakom, lahirnya Manipol dan USDEK, dll. Kalau kita baca kembali pidato-pidato Bung Karno sejak tahun 1958 sampai 1965, persoalan-persoalan ini dibeberkannya dengan jelas. Inti segala pidato Bung Karno waktu itu yalah penggalangan persatuan revolusioner seluruh bangsa untuk menghadapi kontra-revolusi, baik yang datang dari dalamnegeri maupun dari luarnegeri. Sekarang, berbagai hasil penelitian banyak ahli luarnegeri dengan jelas membongkar adanya usaha-usaha kekuatan asing (antara lain CIA) untuk menghancurkan kekuatan politik Sukarno (tentang soal ini ada catatan tersendiri).

Kalau kita teliti kembali perkembangan situasi dalamnegeri, maka nampaklah bahwa sejak Pemilu tahun 1955, di antara kekuatan-kekuatan politik yang mendukung Bung Karno terdapat PKI. Karena dukungan PKI kepada berbagai politik Bung Karno inilah maka baik PKI maupun Bung Karno menjadi sasaran tembak, baik oleh kekuatan-kekuatan tertentu dalamnegeri maupun luarnegeri. Kekuatan dalamnegeri dan luarnegeri yang anti-Sukarno ini tahu betul bahwa untuk menghancurkan Bung Karno perlulah dihancurkan PKI terlebih dulu. Mereka juga tahu bahwa dengan dihancurkannya PKI maka seluruh kekuatan pendukung Bung Karno akan ikut terseret digulung. Mereka juga tahu bahwa dengan menghancurkan Bung Karno, maka seluruh kekuatan progresif di Indonesia akan bisa dilumpuhkan dalam jangka lama. Dan inilah yang telah terjadi selama Orde Baru.

SEJARAH AKAN MEREHABILITASI BUNG KARNO!

Mengingat itu semua, maka patutlah kiranya bahwa dalam rangka Peringatan HUT ke-100 Bung Karno kita renungkan kembali bersama-sama banyak hal yang berkaitan dengan sejarah perjuangan Bung Karno, yang antara lain adalah sebagai berikut (sekedar sebagai bahan renungan) :

– Berdasarkan pengalaman sistem politik dan praktek-praktek Orde Baru/GOLKAR selama lebih dari 32 tahun, maka jelaslah bahwa dihancurkannya Bung Karno secara fisik dan secara politik, merupakan kerugian monumental bagi nation and character building. Seperti yang kita saksikan dewasa ini, Orde Baru telah membikin kerusakan-kerusakan besar di bidang moral bagi dua generasi bangsa, sehingga negeri kita menghadapi krisis parah di seluruh bidang.

– Gagasan-gagasan besar Bung Karno, yang di-embannya sejak usia-mudanya, tentang :

semangat persatuan bangsa, kerukunan antar-berbagai suku dan ras, semangat pengabdian kepada rakyat untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur, nasionalisme yang tidak sempit, internasionalisme dalam melawan imperialisme, semangat berdikari dan gotong royong dll adalah gagasan-gagasan besar yang sampai sekarang masih punya arti penting dan berguna dijadikan referensi bersama, dan dipakai sebagai sumber inspirasi bangsa.
Bung Karno adalah pemimpin dan pendidik bangsa. Seluruh hidupnya mencerminkan bahwa ia adalah pejuang revolusioner, baik dalam skala nasional maupun skala internasional. Ia adalah negarawan yang humanis. Ia adalah seorang nasionalis, seorang Islamis (Muslim) yang juga sekaligus Marxist.

Melalui pengalaman dan waktu, sejarah akan terus membuktikan, bahwa Bung Karno memang seorang putera Indonesia yang patut dihormati. Dan juga dijadikan sumber inspirasi dalam perjuangan untuk mengabdi kepada kepentingan rakyat dan bangsa. Dilanjut KLIK disini

setiap orang punya tenaga dalam

Apakah setiap orang mempunyai tenaga dalam?

Apakah setiap orang mempunyai tenaga dalam?
Atau tenaga dalam semacam bakat bagi orang tertentu?
Ilmu tenaga dalam berasal dari pengetahuan India kuno sekitar 6000 tahun yang lalu. Dari sana lalu menyebar, salah satunya ke China dibawa oleh Boddidharma.

Tenaga dalam disebut Kundalini atau Shakti, dapat dikatakan sebagai lapisan tubuh yang tidak terlihat bersama-sama dengan chakra (pusat energi) dan nadi (saluran-saluran). Kundalini dibangkitkan melalui dasar praktek-praktek yoga dan tantra seperti fokus, nafas dan latihan-latihan fisik lainnya.
jawaban
Latihan ini sebenarnya dimaksudkan untuk mencapai “kesadaran sempurna”, akan tetapi banyak orang mentok pada buahnya yaitu kedamaian. Atau yang lebih rendah, karena pengaruh ego (ahamkara) mentok pada bunganya yaitu kesaktian / tenaga dalam.

Ya sebenarnya setiap orang mempunyai tenaga dalam dirinya akan tetapi bagi yang blum prnah latihan, tenaga dalamnya masih tidur istilahnya. pada suatu sumber saya pernah membaca, bukti bahwa tenaga dalam pd diri setiap manusia ada itu ketika kita dikejar anjing kita dapat berlari cepat sekali atau bahkan melompat parit yang lebar, padahal sebelumnya kita gk bisa melompati itu tandanya bahwa tenaga dalam kita bangun sementara.

semua orang dapat memiliki tenaga dalam dengan latihan tertentu tidak harus bakat, walaupun ada orang yang cepat mempelajari tenaga dalam dengan bakat yang dimilikinya.

latihan dalam tenaga dalam bermacam2 ada yang menggunakan nafas ada juga yang menggunakan doa ada juga yang kedua-duanya.

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080814073550AALHQ89

SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER

SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER

Oleh: Kyai Pager Rasa

krishnaarjuna.jpg

Berbicara tentang pengertian dan konsep Sedulur Papat Kalima Pancer adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dalam diri manusia, maka di Gantharwa sendiri juga mengajarkan hal ini. Secara lengkap tentunya tidak bisa diterangkan secara detail kata demi kata. Pada prinsipnya Manusia Jawa yang sejati (Kwalitas) atau setiap manusia mempunyai cita-cita yang utama yaitu Manunggaling Kawula Lan Gusti, walaupun kadang dalam bahasa yang berbeda. Untuk mencapai cita-citanya tersebut, manusia harus kembali ke asalnya (sebagai pribadi penciptaan awal) atau menjadi manusia seutuhnya, bagaimana manusia menuju menjadi manusia seutuhnya, manusia harus menjadi AJI SAKA. Aji Saka maknanya adalah kaweruh/kesadaran dalam menghargai secara maksimal dengan berperanan utama. (Atau menjadi Raja yang Beperanan Utama). (konsep Aji Saka akan ada materinya. Red).Untuk menjadi Aji Saka, Jawa memiliki dasar, dasar dari Jawa adalah KALIMASADA, atau dalam pewayangan dikatakan, seorang manusia tidak akan mati jika telah memengang Jamus Kalimasada, seperti cerita pewayangan adalah SAMIAJI atau YIDISTIRA, begitu sucinya diceritakan, sehingga darahnya juga putih.Maka Kalimasada banyak sekali menjadi perebutan dan untuk mengerti dan tahu tentang Kalimasada banyak sekali yang telah mencari kemana-mana, bahkan saling berebut dan terjadi perang. Bahkan jaman sekarang pun banyak yang telah salah mentafsirkan Kalimasada, bahkan cenderung ngawur. Kalimasada bisa diartikan juga sebagai Pancasilanya Jawa, karena merupakan dasar untuk semuanya. Untuk menjelaskan Kalimasada secara tepat maka jawa telah membuat penjelasan yang lebih sederhana atau dibuat semacam miniatur Kalimasada, yaitu resize-of-spkp.JPGSEDULUR PAPAT KALIMA PANCER . Atau bahasa sederhananya adalah Kalimasada mewujudkan diri yang lebih bisa dimengerti manusia menjadi Sedulur Papat Kalima Pancer. Lambang dari Sedulur Papat Kalima Pancer sendiri adalah dalam cerita Bagawa Gita, Arjuna menbawa kereta perang yang ditarik oleh 4 kuda dengan masing-masing membawa sifat warna adalah Hitam, Coklat (Merah), Biru, Putih. Keempat kuda itulah yang di sebut dengan Sedulur Papat, sedangkan Pancernya adalah Arjuna. Namun Sedulur Papat Kalima Pancer tidak hanya unsurnya demikian, masih ada satu unsur, yaitu di samping atas Arjuna adalah Krishna. Krishna inilah yang dilambangkan bahwa Roh (Pancer) kita bersifat Ilahi (Gusti Allah). Maka kalau manusia ingin mencapai cita-citanya, manusia (Pancernya adalah Roh Kita yang bersifat ilahi) harus bekerjasama dengan Sedulur Papatnya dan konsultannya manusia adalah Gusti Allah (memakai pengertian Gusti Allah). Barulah manusia bisa lengkap sampai pada cita-citanya yang sempurna. Banyak dari para pelaku mistikus ingin bisa ketemu dengan Sedulur papatnya, karena ingin sekali untuk ketemu, maka hal yang sering terjadi adalah sering terjadi suatu penyesatan oleh pihak yang memanfaatkan kelemahan dari salah megerti, dan juga kesalahan, atau hayalan dan imaginasi belaka. Adapun penjelasan dan arti dari Sedulur Papat Kilama Pancer adalah dari Sedulur yang memiliki sifat warna adalah hitam adalah melambangkan sifat KEKUATAN, coklat ibaratnya adalah seperti merah yaitu melambangkan sifat SEMANGAT, biru adalah melambangkan sifat KECERDIKAN, putih adalah melambangkan sifat KESUCIAN. Inilah merupakan sifat dan ciri manusia sejati, yaitu memiliki KEKUATAN, SEMANGAT, KECERDIKAN, KESUCIAN. Dan dikontorl oleh Roh Kita yang sejati (Pancer). Atau Sedulur Papat harus bersatu/manunggal dengan roh kita yang bersifat ilahi, baru dapat berhasil mencapai kemanunggalan dengan Gusti Allah.Sama halnya dengan Arjuna kalau tidak bisa kontrol ke 4 kuda dia akan kalah dalam perang dan bagi manusia kalau tidak bisa kontrol ke 4 sifat/saudaranya dia akan kalah, tidak akan pernah samapi pada cita-citanya. Jika sudah bisa kontrol 4 kuda, Arjuna harus senantiasa seiya sekata dengan Krishna agar selamat sampai akhir perang. Kalau manusia mau selamat, Roh yang sejatinya harus senantiasa memakai pengertian / Kaweruh Gusti Allah.Dan jika ada yang katanya bertemu dengan ke empat sedulurnya, itu merupakan perwujudan saja atau personifikasi dari keempat sifat diri manusia saja. Namun banyak yang menganggap ketemu dengan Roh atau pribadi lain diluar dirinya, yang merupakan empat saudara kita yang mengikuti selama hidup, padahal tidaklah demikian. Pengalaman saya ketemu dengan keempat sedulur adalah keempatnya seperti kita sendiri, wajahnya seperti kita masing-masing, wujud badannya lebih kecil dari badan kita, dan mereka memiliki sifat yang disebut diatas, saat-saat mereka muncul adalah saat kita memasuki meditasi dengan kita telah mengalahkan fisik yang mana kita tidak terpengaruh akan keletihan, kesakitan fisik, atau telah melewati ketahanan fisik kita sendiri. Namun sekali lagi, Sedulur Papat bukanlah Roh (Pribadi) seperti Pancer kita adalah pribadi atau Roh Sejati, mereka hanyalah perwujudan saja. Inilah sedikit bisa saya sharingkan berhubungan banyaknya pertanyaan mengenai Sedulur Papat Kalima Pancer, ini adalah pemahaman ajaran Jawa yang sangat dalam, memang kelihatan sederhana tapi kalau tidak ada tuntunan banyak yang salah kaprah. Karena telah banyak orang yang tidak mengerti ini dan banyak yang tersesatkan karena ini. Inilah sedikit bagian kecil saja mengenai Sedulur Papapt Kalima Pancer.

Salam Ganjel

http://gantharwa.wordpress.com/2007/03/20/sedulur-papat-kalima-pancer/

SERAT PEPALI

Jalma luwih medharken mamanis,

Kang cinatur Kitap Tafsir Alam.

Tinetepan umpamane:Ingkang segara agung,

Lawan papan kang tanpa tulis,

Tunjung tanpa selaga,

Sapa gawe iku? Kalawan jenenging Allah.

Lan Muhammad anane ana ing endi?

Ywan sirna ana apa?


Artinya:

Manusia terpilih membentangkan perihal yang sedap/

Yang dibicarakan dalam Kitab Tafsir Alam./

Dinyatakan misalnya:/Samudera besar,/

Dan tempat yang tak bertulis,/

Teratai yang tak berkuncup,/

Siapa yang membuat?/Dan nama Allah/

dan Muhammad dimana adanya?/

Bila lenyap apa yang masih ada?


Damar murup tanpa sumbu nenggih,

Godhong ijo ingkang tanpa wreksa,

Modin tan ana bedhuge,

Sentek pisan wus rampung,

Tanggal pisan purnama sidi,

Panglong grahana lintang, Iku semunipun, Kang sampun awas ing cipta.

Aja sira katungkul maca pribadi,

Takokna kang wus wignya.


Artinya:

Pelita menyala tak bersumbu,/

Daun hijau tak berpohon,/

Muazin tak ada beduknya,/

Sekali tarik sudah tamat,/

Tanggal satu bulan purnama,/

Panglong gerhana bintang,/Itulah lambang,/Manusia yang sudah waspada akan ciptanya./

Jangan selalu membaca sendiri saja./

Tanyakanlah kepada yang sudah tahu.


Lawan sastra adi kang linuwih,

Lawan Kur’an pira sastra nira,

Estri priyadi tunggale, Lawan ingkang tumuwuh, Sapa njenengaken sireki? Duk sira palakrama, Kang ngawinken iku? Sira yen bukti punika, Sapandulang yen tan weruha, sayekti. Jalma durung utama.


Artinya:

Dan sastra indah-utama berapa jumlahnya,/

Kitab Al-Quran berapa sastranya,/

Perempuan dan laki-laki utama ada berapa jodohnya?/dan berapa jumlahnya yang tumbuh?/

Siapa yang memberi nama kepadamu?/Waktu kamu kawin./Siapa yang mengawinkan?/Kalau makan siapa yang menyuapi?/

Jika belum mengetahuinya, sebenarnya/Belum menjadi manusia yang utama.


Lawan angangsu pikulan warih,

Amek geni pan nganggo dedamar,

Kodhok angemuli lenge,

Rangka manjing ing dhuwung,

Miwah baita mot ing jladri,

Kuda ngrap ing pandengan.

Lan gigiring punglu,

Tapake kuntul anglayang,

Kakang mbarep miwah adhine wuragil. Tunjung tanpa selaga.


Artinya:

Mencari air membawa sepikul air,/

Mencari api membawa pelita (damar),/

Katak menyelubungi liangnya,/

Sarung masuk ke dalam keris,/dan sampan berisi samudera,/

Kuda melonjak dimuka pandangan,/

Punggung peluru, dimana?/

Bekas kuntul yang melayang-layang,/

Kakak si sulung, adik si bungsu,/Teratai tak berselaga.


Lawan siti pinendhem ing bumi,

Miwah tirta kinum jroning toya,

Lawan srengenge pinepe,

Lawan geni tinunu,

Pan walanjar dereng akrami,

Prawan adarbe suta,

Ndhog bisa kaluruk,

Jejaka rabine papat,

Pan wong mangan saben dina-dina ngelih,

Lawan mangan sapisan (pan wus marem).


Artinya:

Dan tanah tertanam dalam bumi,/

Atau air terendam dalam laut,/

Matahari dijemur,/

Dan api terbakar (ditunu),/

Janda belum pernah kawin,/

Dara (gadis) berputera,/

Telur dapat berkokok,/

Bujang beristeri empat,/

Orang makan sehari-hari lapar,/

Dan makan sekali (sudah puas).

1. Simbolisme ‘Samudera Besar’

Bait yang berbunyi ingkang segara agung (samudera besar), dijelaskan maknanya sebagai berikut:


Ingkang samodra agung, Tanpa tepi anerambahi. Endi kang aran Allah? Tan roro tetelu. Kawulane tanna wikan, Sirna luluh kang aneng datu’llah jati, Aran sagara Purba.


(Samudera besar yang tak bertepi, meresapi seluruh alam. Manakah yang disebut Allah? Tak ada lainnya (dua atau tiga). Makhluknya tak ada yang menyadari, Karena musnah terlarut dalam zat Allah sejati, Yang disebut Lautan Purba.)


2. Simbolisme ‘Tempat tak Bertulisan’

Bait lawan papan kang tanpa tulis (dan tempat yang tak bertulis) dijelaskan maknanya dalam pepali berikut ini:


Ana papan ingkang tanpa tulis. Wujud napi artine punika, Sampyuh ing solah semune, Nir asma kawuleku, Mapan jati rasa sejati. Ing njro pandugeng taya. Marang Ing Hyang Agung. Pangrasa sajroning rasa, Sayektine kang rasa nunggal lan urip,Urip langgeng dimulya.


(Ada tempat yang tak bertulisan. Kosong mutlak artinya itu, Dalamnya lenyap terlarut segala gerak dan semu. Hapus sebutan Aku karena Masuk kedalam inti rasa sejati, Didalam tiada bangun (sadar) Kediaman Hyang Agung Perasaan masuk kedalam rasa, Sebenarnya rasa sudah bersatu dengan hidup, Hidup kekal serba nikmat).


3. Simbolisme ‘Teratai Putih tak Berkelopak’

Bait tunjung tanpa selaga (teratai tak berkelopak) dijelaskan maknanya sebagai berikut:

Sasmitane ingkang tunjung putih/Tanpa slaga inggih nyatanira/Rokhilafi satuhune/Datullah ananipun/Yeku sabda ingkang arungsit./Iku pan bangsa cipta,/Hananira iku./Tandha kang darbe pratandha.


(Isyarat teratai putih/Tak berkelopak ialah kenyataan./Ruhilafi sebenarnya./Itu adanya datullah,/Itu, sabda yang sangat pelik./Itu kan perihal cipta,/Yang disebut itu./Sifat yang memiliki segala sifat.)


4. Simbolisme ‘Lampu Menyala tanpa Sumbu’

Bait damar murup tanpa sumbu nenggih (lampu menyala tanpa sumbu) dijelaskan artinya sebagai berikut:

Damar murup tanpa sumbu nenggih/Semunira urup aneng Karsa./Dat mutlak iku jatine!/Anglir tirta kamanu,/Kadi pulung sarasa jati./Puniku wujud tunggal,/Aranira iku.


(Lampu menyala tanpa sumbunya/Itu lambang nyala pada Kehendak./Dat Mutlak itu sebenarnya!/Sebagai air yang bercahaya,/Wahyu kesatuan dengan rasa sejati./Itulah bentuk tunggal,/Yang disebut itu.)


5. Simbolisme ‘Daun Hijau tak Berpohon’

Bait Godhong ijo ingkang tanpa wreksa (daun hijau tak berpohon) dijelaskan Ki Ageng Selo sebagai berikut:

Godhong ijo tanpa wreksa iki,//Semunira ing masalah ing rat,//Lah iya urip jatine.//Dudu napas puniku,//Dudu swara lan dudu osik,//Dudu paningalira,//Dudu rasa perlu,//Dudu cahya kantha warna,//Urip jati iku, nampani sakalir,//Langgeng tan kena owah.


(Daun hijau yang tak berpohon,//Itu lambang masalah alam.//Yaitu hidup sejatinya.//Bukan nafas itu,//Bukan suara dan bukan gerak batin,//Bukan pemandangan,//Dan bukan rasa syahwat,//Bukan cahaya, bangun atau warna.//Itulah hidup sejati, yang menerima segala persaksian,//Kekal tak ada ubahnya.)

6. Simbolisme ‘Muazzin tanpa Bedug’

Bait Modin tan ana bedhuge (muazzin tanpa bedug) dijelaskan Ki Ageng Selo sebagai berikut:


Pasemone kang modin puniki,//Pan bedhuge muhung aneng cipta,//Iya ciptanira dhewe.//Pan ingaken sulih Hyang Widi.//Cipta iku Muhammad,//Tinut ing tumuwuh.//Wali, mukmin datan kocap.//Jroning cipta Gusti Allah ingkang mosik,//Unine: rasulullah.//Lamun meneng Muhammad puniki,//Ingkang makmum apan jenengira.//Dene ta genti arane,//Yen imam Allah iku,//Ingkang makmum Muhammad jati.//Iku rahsaning cipta,//Sampurnaning kawruh.//Imam mukmin pan wus nunggal,//Allah samar Allah tetep kang sejati,//Wus campuh nunggal rasa.


(Yang dilambangkan oleh muazzin itu,//Karena akal berperanan bedug juga,//Ialah akalmu sendiri.//Akan tetapi kamu itu//Sebenarnya mewakili Hyang Widi juga.//Akal itu Muhammad,//Pemimpin hidupmu.//Wali, mukmin tak disebut,//Dalam akal Tuhan Allah yang bergerak,//Katanya: rasulullah.//Dalam ketenangan Muhammad itu,//Yang makmum ialah kamu sendiri.//Sebaliknya pada yang disebut,//Allah sebagai imam//Yang makmum ialah Muhammad sejati.//Itulah inti-sari akal,//Kesempurnaan ilmu.//Imam mukmin sudah bersatu,//Allah bayangan dan Allah tetap yang sejati,//Sudah campur bersatu rasa.)

7. Simbolisme `Buku, Bulan Purnama, dan Gerhana Bintang’

Bait-bait sentek pisan wus rampung, tanggal pisan purnama sidi, dan panglong grahana lintang diterangkan oleh Ki Ageng sebagai berikut:


sentek pisan wus rampung,//tanggal pisan purnama sidi,//panglong grahana lintang,//Iku semunipun,//kang sampun awas ing cipta.

(Sekali singgung sudah tamat,//tanggal satu bulan purnama,//tidak kurang gerhana bintang,//itulah lambang,//manusia yang sudah waspada akan ciptanya.)


8. Simbolisme ‘Angka Satu’

Bait-bait seperti lawan sastra adi kang linuwih, lawan Qur’an pira sastra nira, estri priyadi tunggale, lawan ingkang tumuwuh tidak diterangkan jelas-jelas oleh Ki Ageng Selo dalam Pepalinya.


(Dan sastra indah-utama, berapakah jumlahnya?
Kitab Al-Qur’an, berapakah sastranya? Perempuan dan laki-laki utama, ada berapakah jodohnya? Dan berapakah jumlah yang tumbuh?)

Karya: Ki Ageng Selo

http://xendro.wordpress.com/2007/09/02/serat-pepali/

SYAHRU ROMADHON

“Sesungguhnya Bilangan Bulan bagi Alloh itu ada dua belas” (At-Taubah 37), Macam –macam Bulan Islam:

1. Bulan Muharrom (Bulan yang di Haromkan)

2. Bulan Shofar (Kuning/Nol)

3. Bulan Robi’ul awwal (Duduk Pertama)

4. Bulan Robi’ul Akhir (Duduk yang akhir)

5. Bulan Jumadil Ula (Beku pertama)

6. Bulan Jumadil Akhiroh (beku yang akhir)

7. Bulan Rojab (Mulia)

8. Bulan sya’ban (cabang-cabang)

9. Bulan Romadlon (Membakar)

10. Bulan Syawwal (Tinggi)

11. Bulan Dzul Qo’dah (Punya duduk)

12. Bulan Dzul Hijjah (Punya ibadah Haji)

Dari kedua Belas Bulan itu , hanya Bulan nomor 9 yang mempunyai banyak nama, Tiap-tiap nama mempunyai arti yang menujukkan kemuliaan Bulan yang kesembilan itu. Diantara nama-namanya yang banyak itu ialah:

– SYAHRULLOH ( Bulannya Alloh Ta’ala)

– SYARUL QUR’AN (Bulannya Kitab Al-Qur’an)

– SYAHRUL KUTUBIS SAMAWIYYAAT (Bulannya Kitab-kitab yang turun dari langit )

– SYAHRU ROMADLON (Bulannya Membakar Dosa )

– SYAHRU MUBAROK (Bulan yang diberkahi)

– SYAHRUN SHIYAAM (Bulan Wajib Puasa)

– SYAHRUS SHOBARI (Bulannya Shobar)

– SYAHRUL QIYAAMI (Bulannya Sholat Tarowih )

– SYAHRUL QODARI (Bulan Agung)

– SYAHRU TUFTAHU ABWAABUL JANNAH (Bulan Terbukanya pintu-pintu Sorga )

– SYAHRU TUGHLAQU ABAABANAAR (Bulan tertutupnya pintu neraka )

– SYAHRU TUSHFADDUS SYAYAATHIN (Bulan Terbelengunya syaiton )

– SYAHRUL MUTTAQIIN (Bulannya Orang-orang yang Taqwa)

– SYAHRUL MAGHFIROH (Bulan Ampunan )

– Dan masih banyak nama-nama yang lain.

Semua manusia ingin mencapai kabahagiaan hidup yang haqiqi.

Kebahagiaan Haqiqi hanyalah bisa dicapai oleh Manusia yang dapat limpahan Ridlo Alloh Ta’ala.

Dan Keridloan Ilahi Robbi hanyalah dilimpahkan kepada Manusia yang selalu bersyukur kepada Alloh Ta’ala.

Ingatlah bahwa:

a. Usia kita sangat singkat

b. Diri kita ini sangat lemah

c. Perjalanan menuju akhirat sangat jauh

d. Kesibukan sangat banyak

e. Dosa kita menggunung

f. Umur kita semakin hari semakin jauh dari dunia semakin dekat ke kubur

g. Lawan-lawan hidup kita (ghururud Dun-ya, Hawa, Syaithon) sangat cerdik

h. Rayuan-rayuan hidup mengepung kita

i. Kelalaian-kelalaian tiap hari tak terhitung

j. Jutaan Panah Syaithon dipanahkan kearah hati kita

Semuanya itu hanya bias di hadapi dengan IMAN dan TAQWALLOH, Padahal Taqwalloh itu sangat Sulit,

Alhamdulillah, Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa, Ummat Islam dianugerahi oleh Alloh Ta’ala atas adanya bulan Romadlon yang didalamnya mengandung nilai kebaikan tak ternilai.

Dan Kumpulnya Nilai-nilai Kebaikan di dalam Bulan Romadlon itu apabila dapat kita cerap dengan Amalan Puasa Romadlon hanya dalam satu Bulan, akan menjadi Taqwalloh. Disinilah kesempatan Kita sebesar-besarnya untuk memperoleh Nikmat Taqwalloh.

Kalau Alloh Ta’ala memberikan kesempatan Bulan Romadlon untuk kita !! Apakah akan kita sia-siakan ???? Jawablah sendiri dalam hati kita masing-masing……

Dikutib dari buku lailatul Mubarokah tahun 1418 H, Losari Ploso Jombang

http://xendro.wordpress.com/2008/08/22/syahru-romadlon/

AL IMAN

Menurut ajaran Islam (jadi bukan menurut pendapat umum, bukan menurut pendapat si A, bukan menurut kelompoknya si B), yang dinamakan IMAN itu adalah satu-kesatuan utuh dari 3 unsur atau 3 komponen, yaitu:

  1. Unsur “Iqroorun Bil Lisaani
  2. Unsur “Tashdiiqun Bil Qolbi
  3. Unsur “Amalun Bil Arkaani“.
  • Unsur pertama: “Iqroorun Bil Lisaani” artinya: Ikrar dengan lisan.
  • Unsur kedua: “Tashdiiqun Bil Qolbi” artinya: Menyatakan benar di dalam hati terhadap apa yang diikrarkan dengan lisan.
  • Unsur ketiga: “Amalun Bil Arkaani” artinya: Mengamalkan dengan seluruh anggota badan.

Kalau hanya “Iqroorun Bil Lisaani” saja, ini tidak bisa dinamakan Iman. Begitu juga kalau hanya “Tashdiiqun Bil Qolbi” saja, ini pun tidak bisa dinamakan Iman. Begitu juga kalau hanya “Amalun Bil Arkaani” saja, ini pun tidak bisa dinamakan Iman.

Jadi yang dinamakan Iman Iman adalah satu-kesatuan dari 3 unsur di atas, yakni:

  1. Unsur “Iqroorun Bil Lisaani
  2. Unsur “Tashdiiqun Bil Qolbi
  3. Unsur “Amalun Bil Arkaani“.

Hal ini sebagaimana dawuhnya Nabi Muhammad, sholulloohu ‘alaihi wasallama, keterangan dari Siti Aisyah, yang diriwatkan oleh Imam Syairozi, yang berbunyi:

QOOLA ROSULULLOOHI SHOLULLOOHU ‘ALAIHI WASSALAM: AL IIMANU BILLAHI AL IQROORU BILLISANI WATASHDIIQUN BIL QOLBI WA’AMALUN BIL ARKAANI.

(An Aisyah) Rowahusy-Syairozi.

(kitab Jami’ush Shoghir / Jilid I / Bab Huruf Alif Lam)

artinya: “Bersabda Rosululloh, sholullohu ‘alaihi wasallam: Iman terhadap Alloh itu ialah ikrar dengan lisan, dan menyatakan benar dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan”

Jadi Iman itu ialah satu-kesatuan dari 3 unsur: Iqroorun Bil Lisaani, Tashdiiqun Bil Qolbi, dan Amalun Bil Arkaani.
Kalau hanya Iqrorrun Bil Lisaani saja tidak lah bisa dinamakan Iman, seperti tersebut dalam Al Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 8:

WAMINANNAASI MAN YAQUULU AAMANNA BILLAAHI WAL YAUMIL AAKHIRI WAMAAHUM BIMU’MINIIN.

Artinya: “Dan sebagian manusia ada yang lisannya berkata: Aku beriman kepada Alloh dan beriman kepada Hari Akhir, dan tiadalah mereka itu orang-orang yang beriman”.

Ayat di atas menerangkan; kalau hanya lisan saja yang berkata: Beriman, tanpa adanya unsur Tashdiiqun Bil Qolbi dan Amalun Bil Arkaani, maka belum dinamakan beriman. Jadi baru bisa dinamakan beriman, kalau pada diri seseorang tersebut sudah utuh satu-kesatuan dari tiga unsur tersebut. Inlah pengertian Iman menurut Hadits Rosululloh.

Dan Rosululloh juga pernah dawuh mengani masalah Iman:

QOOLA ROSULULLOOHI SHOLULLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM: LAISAL IIMANI BITTAMAANI WALAA BITTAHALLI WALAKIN HUWA MAA WAQORO FIL QOLBI.

Artinya: “Bersabda Rosululloh, sholululloohu ‘alaihi wasallam: Bukanlah iman itu mengharap dalam hati, dan bukan hiasan. Akan tetapi iman itu ialah sesuatu yang menetap di dalam hati”.

Istilah lain dari Iman ialah satu-kesatuan dari 3 syahadat, yakni:

  1. Syahadatun Bil Qouli, artinya penyaksian dengan lisan
  2. Syahadatun Bil Qolbi, artinya penyaksian dengan hati
  3. Syahadatun Bil Arkaan, penyaksian dengan seluruh anggota badan.

Dan Iman yang satu-kesatuan dari 3 ini lah yang melandasi Rukun Islam.

http://xendro.wordpress.com/2007/05/31/al-iman/