Galeri

HERBAL PEGEL-PEGEL SAKIT PINGGANG LESU DAN SAKIT PERSENDIHAN

Baca 3 Baca 2 Baca 1 semoga bermanfaat dan berguna Pekerjaan yang padat dan penuh berenergi membuat badan mendaji lesu dan pegel-pegel.kebanyakan dukuk juga bisa menimbulkan pegel linu nyeri persendihan. maka dari itu untuk menjaga stamina dan kondisi tubuh agar … Baca lebih lanjut

Galeri

Polusi udara kotor bisa infeksi saluran napas,FLU DAN BATUK

Baca 3 Baca 2 Baca 1 semoga bermanfaat dan berguna ini jujur cerita dari saya sendiri gak dibuat-buat/dibikin bikin. Perjalan dijalan umum memang sangat beresiko karena udara yang kotor dan banyak virus-virus penyebab infeksi. udara ac yang sangat dingin dan … Baca lebih lanjut

Cirebon



nasi jamblang

Nasi jamblang yang menunya rame khas Cirebon menjadi pembuka makan malam kedatangan saya ke kota pantai Utara Jawa Barat ini. Perjalanan dari Jakarta ditempuh selama 4 jam melalui jalur Pantura yang dipenuhi truk dan bus. Sebelumnya singgah sejenak di sanggar tari Mimi Rasinah, seorang maestro tari topeng Cirebon di desa Pekandangan Kabupaten Indramayu yang akan saya tulis di bagian terpisah. Selanjutnya inilah secuplik travelogue tentang sebuah kota multi kultural yang punya sejarah dan peradaban luhur. Cirebon.

kotacirebon



kota cirebon


Karena terletak di pinggiran laut Jawa, cuaca Cirebon tak berbeda jauh dengan Jakarta yang panas, namun dengan tingkat polusi yang tentunya jauh lebih rendah. Becak banyak memenuhi sudut kota sebagai sarana transportasi selain angkot biru yang ternyata punya kegemaran yang sama dengan saudaranya mikrolet Jakarta dengan ngetem di sembarang tempat walau tidak membuat kemacetan parah. Untuk pengaturan jalan, mungkin Cirebon lebih berkiblat ke Bandung dengan memberlakukan banyak jalan searah sehingga beberapa kali mobil yang kami tumpangi berputar2 ke jalan yang sama. Di bawah ini adalah jejak2 perjalanan ngubek2 kota ini yang saya mulai dengan apa lagi kalau bukan makanan.

jamblang3
1. Nasi Jamblang



nasi jamblang


Saya tidak sempat ke warung Mang Doel di jalan Cipto Mangunkusumo 3 untuk mencicipi nasi jamblang-nya yang terkenal itu. Bagusnya, nasi khas Cirebon ini mudah ditemui seperti warung pecel lele yang bertebaran di beberapa sudut kota. Layaknya nasi Padang yang menunya bervariasi, demikian pula dengan nasi Jamblang. Pengunjung bisa memilih menu yang disukainya seperti foto di atas dengan harga di bawah 10 ribu !.

lengko
2. Nasi Lengko di Jalan Pagongan



nasi lengko

Ini makanan dengan lauk tahu, tempe, timun, dan toge lalu disiram dengan kecap dan bumbu kacang. Rasanya agak manis dan tidak kalah dengan nasi Jamblang walau variasi menunya agak terbatas. Harga masih di bawah 10 ribu. Murah2 kan makanan di Cirebon ?

empalgentong
3. Empal Gentong



empal gentong


Menu ini tidak berbeda jauh dengan soto babat, disajikan dengan nasi atau lontong. Harga berkisar antara 10 ribuan juga. Saya menikmatinya di jalan Lemahwungkuk, pusat kota Cirebon berdekatan dengan toko manisan Shinta.

manisan
4. Toko Manisan Shinta.



manisan


Toko ini berdiri sejak tahun 80an dan terus berkembang hingga sekarang yang menempati gedung megah di jalan Lemahwungkuk. Selain manisan, mereka juga menjual oleh2 khas Cirebon dari mulaikerupuk udang, emping, terasi, sirup Campolay (sirup manis khas Cirebon), dan masih banyak lagi.

batik



batik cirebon


Batik Cirebon

Dulu, mungkin juga hingga sekarang kerajinan batik dikerjakan sebagai pengisi waktu saat suaminya mencari ikan di laut. Motif yang menjadi trade mark adalah “mega mendung” seperti motif di pojok kanan bawah dan banyak digunakan oleh para pegawai istana Kasepuhan Cirebon. Harga berkisar 100-500 ribu tergantung kualitas bahan dan kehalusan pengerjaan dan bisa didaptkan di beberapa toko penjual batik di pusat kota.
Nelayan



kampung nelayan



kampung nelayan


Ini salah satu kampung nelayan di kawasan Gunung Jati yang sempat saya kunjungi. Foto di atas adalah seorang ibu yang sedang mengeringkan ikan laut yang dijemur selama 1.5 hari dalam proses pembuatan ikan asin. Upah mereka sekitar 500/kg dan dalam sehari rata2 bisa mendapatkan 20 ribu rupiah. Ikan asin ini kemudian diantar ke pasar daerah sekitar terutama Majalengka sekitar satu jam perjalanan ke arah Barat.



kampung nelayan


Nah yang di atas adalah Mas Misnen, yang sedang mengerjakan pembuat perahu tradisional dengan menggunakan kayu jati. Prosesnya bisa berlangsung selama sebulan dengan dua orang tenag kerja. Perahu yang sudah jadi dijual dengan harga 13 jutaan belum termasuk mesin. Perahu buatan pengrajin ini cukup terkenal karena kehalusan dan kekuatannya yang bisa berlayar hingga ke perairan Sumatera Selatan.

Makam Sunan Gunung Jati



Makam Sunan Gunung Jati


Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah salah satu wali sembilan yang mempunyai kedudukan terhormat dalam sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Ia beristrikan Putri Cina bernama Ong Tien yang makamnya juga berada di kawasan bukit Sembung tempat Sunan Gunung Jati dikebumikan. Tak heran bila aroma hio bersatu padu dengan dzikir yang dipanjatkan para penziarah yang berdo’a di sini. Bersiap menyediakan uang receh seribuan bila ingin pergi ke pemakaman ini untuk diberikan kepada para peminta sumbangan yang seringkali mengganggu kenyamanan para pengunjung
Istana Kasepuhan


makam sunan gunung jati

kasepuhan
Istana Kasepuhan



kasepuhan


Pemandu wisata di Istana Kasepuhan yang merupakan abdi dalem Kesultanan Cirebon dengan senang hati akan menemani pengunjung untuk menjelaskan segala sesuatu hal tentang objek wisata ini. Istana yang cukup terawat ini menyimpan berbagai benda pusaka sejak abad ke-15 termasuk senjata, poselen, keramik, furniture, dan kereta kencana Singa Barong.

keraton



Keraton cirebon


Kereta kencana ini sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1942 dan diganti dengan duplikatnya. Singa Barong adalah perlambang harmoni masyrakat Cirebon yang plural. Terdapat hiasan naga (Tionghoa), belalai gajah (Hindhu), dan sayap buraq (sebuah kuda bersayap yang digunakan oleh Kanjeng Nabi saat Isra Mi’raj, perlambang Islam). Kereta ini hanya ditumpangi oleh Sultan, dua pengawal di belakang, dan kusir dalam acara2 khusus yang diselenggarakan oleh pihak kesultanan.

garuda



garuda/kereta kencana paksi naga liman


Seharian mengelilingi kota ini tentu tidaklah cukup, karena masih banyak objek yang layak untuk dikunjungi seperti Kanoman atau gua Suryanragi. Di sore itu saya meninggalkan kota udang ini dan berjanji untuk kembali datang kalau waktu mengijinkan.

sumberberita/http://mypotret.wordpress.com/2009/06/12/cirebon/

Campuran Dalam Air Mani

Campuran Dalam Air Mani

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:

“Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.

Miliki Buku Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’ an dan Hadis (MAQDIS) saat ini juga….!
diterbitkan oleh PT Sapta Sentosa, Bandung. Ditulis oleh puluhan penulis internasional ternama, “Harun Yahya” adalah salah satu di antaranya.

sumber : mukjizatalquran.com
http://ariefhikmah.com/mukjizat/campuran-dalam-air-mani/

Menampilkan Jam di WordPress (Komplit)

Untuk menempatkan code Java Script di WordPress selalu menemui kesuliatan2, namun terdapat beberapa cara untuk mengatasinya. Dalam hal ini, saya sudah mencoba 2 cara yang berhasil, yakni: dari Widget Text dan dengan menggunakan VodPod Video yang diinsert/diposting ke WordPress. Dengan menambah teknik tips ke-3, akhirnya berhasil juga.

Mungkin tulisan ini berguna, Semoga … Salam m-Ber (mungkin berguna)

=================================

Kita bisa menampilkan jam dari clocklink di WordPress, pada awalnya memang kurang sempurna, karena masuknya lewat post bukan lewat widget. Setelah mencari-cari ternyata bisa juga, yakni dengan postingan artikel.

Pertama,

* Kita harus daftar di VodPod, Silakan masuk ke vodpod.com Video (jika belum punya account) dan buat user, dan setelah mengisi beberapa item, silakan Sign In. Sehingga muncul Gambar sbb:

* Pilih Tab “Paste embed code”.

Pada Box isian kemudian isikan Script dari ClockLink tapi jangan lupa ambil script kedua dari jenis clock yang telah kita pilih, Sebaiknya pengaturan waktu dari pilihan kota (City) karena telah sekalian dengan negaranya (GMT juga).

Kedua,

* Klik tombol preview

* Pilih jenis WordPress, sesuai blog yang akan ditampilkan.
* Kemudian click Publish, maka Selesai.

NB:

Untuk keakuratan jam, jangan sampai salah saat pengaturan waktu GMT atau City yang anda pilih di ClockLink.

Tahapan Ketiga (Lanjutan),

Jam yang diperoleh dari VodPod berupa video yang diposting di tulisan kita di WordPress, agar jam yang dipajang tidak tergeser dengan tulisan terbaru nantinya, maka postingan jam dari VodPod harus dibuat tetap sebagai tulisan teratas, caranya:

1. Edit (sunting) artikel Jam dari VodPod yang telah dibuat,
2. Silakan masuk dari Dasborku (halaman admin) >>> pilih Tulisan >>> Sunting
3. Lihat artikel berisi jam dari VodPod >>> klik Sunting Cepat
4. Berikan tanda ceklist pada “jadikan tulisan ini lekat” di samping Status artikel
5. Klik Perbarui Tulisan, Selesai

NB:

Fasilitas jadikan tulisan ini lekat hanya ada pada Sunting Cepat

Contoh hasilnya bisa anda lihat di blog ini (http://vandha.co.cc)

==============================================

Cara lainnya adalah dengan memasukkan script pada text di Widget WordPress, langkah2nya:

1. Daftar dulu di http://www.geovisite.com/en/inscription.php
2. Setelah lengkap, jangan lupa atur negara Asia/Bangkok (GMT+7)
3. Kemudian pilih GeoClock
4. Copy code yang bagian bawah (non Javascript)
5. Klik gambar mous di kiri bawah
6. Pilih No untuk selesai

Sekarang masuk ke Widget di Admin/Dasbor WP,

1. pilih widget,
2. pilih text dan drag ke sisi 1 atau 2 (sesuai desains WP anda)
3. pada text, silakan paste code yang anda copy tadi
4. Simpan

NB: Contoh tampilan jam bisa dilihat di http://man2medan.wordpress.com
Tampilan agak memanjang ke bawah

=== Salam M-Ber (mungkin bermanfaat) ===

http://vandha.wordpress.com/2009/07/11/menampilan-jam-di-wordpress-komplit/

Elektroda Batang Mereduksi Nilai Tahanan Pentanahan


Gardu induk merupakan salah satu bagian dari sistem tenaga listrik yang mempunyai kemungkinan sangat besar mengalami bahaya yang disebabkan oleh timbulnya gangguan sehingga arus gangguan itu mengalir ke tanah sebagai akibat isolasi peralatan yang tidak berfungsi dengan baik. Arus gangguan tersebut akan mengalir pada bagian bagian peralatan yang terbuat dari metal dan juga mengalir dalam tanah di sekitar gardu induk. Arus gangguan ini menimbulkan gradien tegangan diantara peralatan dengan peralatan, peralatan dengan tanah dan juga gradien tegangan pada permukaan tanah itu sendiri. Besarnya gradien tegangan pada permukaan tanah tergantung pada tahanan jenis tanah atau sesuai dengan struktur tanah tersebut. Salah satu usaha untuk memperkecil tegangan permukaan tanah maka diperlukan suatu pentanahan yaitu dengan cara menambahkan elektroda pentanahan yang ditanam ke dalam tanah. Oleh karena lokasi peralatan listrik (gardu induk) biasanya tersebar dan berada pada daerah yang kemungkinannya mempunyai struktur tanah berlapis-lapis maka diperlukan perencanaan pentanahan yang sesuai, dengan tujuan untuk mendapatkan tahanan pentanahan yang kecil sehingga tegangan permukaan yang timbul tidak membahayakan baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi gangguan ke tanah. Dalam paper ini analisa dilakukan dengan menggunakan elektroda batang (Rod) dengan berbagai jenis pemasangannya.Pentanahan peralatan adalah penghubungan bagian bagian peralatan listrik yang pada keadaan normal tidak dialiri arus. Tujuannya adalah untuk membatasi tegangan antara bagian bagian peralatan yang tidak dialiri arus dan antara bagian bagian ini dengan tanah sampai pada suatu harga yang aman untuk semua kondisi operasi baik kondisi normal maupun saat terjadi gangguan. Sistem pentanahan ini berguna untuk memperoleh potensial yang merata dalam suatu bagian struktur dan peralatan serta untuk memperoleh impedansi yang rendah sebagai jalan balik arus hubung singkat ke tanah. Bila arus hubung singkat ke tanah dipaksakan mengalir melalui tanah dengan tahanan yang tinggi akan menimbulkan perbedaan tegangan yang besar dan berbahaya.

Dalam analisis ini digunakan beberapa parameter yaitu kedalaman penanaman elektroda pentanahan, panjang elektroda batang, jumlah elektroda batang (rod), ketebalan lapisan tanah bagian pertama dan tahanan jenis tanah tiap lapisan dengan menggunakan beberapa asumsi yaitu:

  • Lapisan-lapisan tanah sejajar terhadap permukaan tanah.
  • Tahanan jenis tanah adalah konstan untuk setiap lapisan.
  • Analisa hanya dilakukan untuk elektroda rod
  • Panjang rod (L) untuk semua kemungkinan pemasangan adalah sama (3.5 meter)

Pada saat terjadi gangguan, arus gangguan yang dialirkan ke tanah akan menimbulkan perbedaan tegangan pada permukaan tanah yang disebabkan karena adanya tahanan tanah. Jika pada waktu gangguan itu terjadi seseorang berjalan di atas switch yard sambil memegang atau menyentuh suatu peralatan yang diketanahkan yang terkena gangguan, maka akan ada arus mengalir melalui tubuh orang tersebut. Arus listrik tersebut mengalir dari tangan ke kedua kaki dan terus ke tanah, bila orang tersebut menyentuh suatu peralatan atau dari kaki yang satu ke kaki yang lain, bila ia berjalan di switch yard tanpa menyentuh peralatan. Arus ini yang membahayakan orang dan biasanya disebut arus kejut. Berat ringannya bahaya yang dialami seseorang tergantung pada besarnya arus listrik yang melalui tubuh, lamanya arus tersebut mengalir dan frekuensinya.

1. Arus Melalui Tubuh Manusi

Kemampuan tubuh manusia terhadap besarnya arus yang mengalir di dalamnya terbatas dan lamanya arus yang masih dapat ditahan sampai yang belum membahayakan sukar ditetapkan. Berdasarkan hal ini maka batas – batas arus berdasarkan pengaruhnya terhadap tubuh manusia dijelaskan berikut ini .Bila seseorang memegang penghantar yang diberi tegangan mulai dari harga nol dan dinaikkan sedikit demi sedikit, arus listrik yang melalui tubuh orang tersebut akan memberikan pengaruh. Mula mula akan merangsang syaraf sehingga akan terasa suatu getaran yang tidak berbahaya bila dengan arus bolak balik dan akan terasa sedikit panas pada telapak tangan bila dengan arus searah (arus persepsi) Bila tegangan yang menyebabkan terjadinya tingkat arus persepsi dinaikkan lagi maka orang akan merasa sakit dan kalau terus dinaikkan maka otot-otot akan kaku sehingga orang tersebut tidak berdaya lagi untuk melepaskan konduktor tersebut.

Apabila arus yang melewati tubuh manusia lebih besar dari arus yang mempengaruhi otot dapat mengakibatkan orang menjadi pingsan bahkan sampai mati, hal ini disebabkan arus listrik tersebut mempengaruhi jantung sehingga jantung berhenti bekerja dan peredaran darah tidak jalan.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Dalziel disebutkan bahwa 99.5 % dari semua orang yang beratnya kurang dari 50 kg masih dapat menahan arus pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz yang mengalir melalui tubuhnya dan waktu yang ditentukan oleh persamaan sebagai berikut :

(1)

(2)               Jika k= (3)

Keterangan :

    Ik : besarnya arus yang mengalir melalui tubuh (Ampere)
    t : lamanya arus mengalir dalam tubuh atau lama ganguan tanah (detik)
    K : konstanta empiris, sehubungan dengan adanya daya kejut yang dapat ditahan oleh X % dari sekelompok manusia.
    Untuk X=99.5 %, 50 kg diperoleh K= 0.0135, maka k = 0.116
    Untuk X=99.5 %, 70 kg diperoleh K=0.01246 maka k = 0.157

Dengan menggunakan persamaan (3) akan diperoleh besarnya arus yang masih dapat ditahan seseorang sebagai berikut : (4)
(5)

2. Tahanan Tubuh Manusia

Tahanan tubuh manusia berkisar di antara 500 Ohm sampai 100.000 Ohm tergantung dari tegangan, keadaan kulit pada tempat yang mengadakan hubungan (kontak) dan jalannya arus dalam tubuh. Kulit yang terdiri dari lapisan tanduk mempunyai tahanan yang tinggi, tetapi terhadap tegangan yang tinggi kulit yang menyentuh konduktor langsung terbakar, sehingga tahanan dari kulit ini tidak berarti apa-apa. Tahanan tubuh manusia ini yang dapat membatasi arus. Berdasarkan hasil penyelidikan oleh para ahli maka sebagai pendekatan diambil harga tahanan tubuh manusia sebesar 1000 Ohm.

3. Karakteristik Tanah

Karakteristik tanah merupakan salah satu faktor yang mutlak diketahui karena mempunyai kaitan erat dengan perencanaan dan sistem pentanahan yang akan digunakan. Sesuai dengan tujuan pentanahan bahwa arus gangguan harus secepatnya terdistribusi secara merata ke dalam tanah, maka penyelidikan tentang karakteristik tanah sehubungan dengan pengukuran tahanan dan tahanan jenis tanah merupakan faktor penting yang sangat mempengaruhi besarnya tahanan pentanahan. Pada kenyataannya tahanan jenis tanah harganya bermacam-macam, tergantung pada komposisi tanahnya dan faktor faktor lain.Untuk memperoleh harga tahanan jenis tanah yang akurat diperlukan pengukuran secara langsung pada lokasi pembangunan gardu induk karena struktur tanah yang sesungguhnya tidak sesederhana yang diperkirakan. Pada suatu lokasi tertentu sering dijumpai beberapa jenis tanah yang mempunyai tahanan jenis yang berbeda-beda (non uniform). Pada pemasangan sistem pentanahan dalam suatu lokasi gardu induk, tidak jarang peralatan pentanahan tersebut ditanam pada dua atau lebih lapisan tanah yang berbeda yang berarti bahwa tahanan jenis tanah di tempat itu tidak sama. Apabila lapisan tanah pertama dari sistem pentanahan mempunyai tahanan jenis sebesar r 1 sedangka lapisan bawahnya dengan tahanan jenisnya adalah r 2, maka diperoleh faktor refleksi K seperti pada persamaan :

(6)

Dari persamaan (6) di atas memungkinkan faktor refleksi K berharga positif atau negatif.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tahanan jenis tanah antara lain: Pengaruh temperatur, pengaruh gradien tegangan, pengaruh besarnya arus, pengaruh kandungan air dan pengaruh kandungan bahan kimia. Pada sistem pengetanahan yang tidak mungkin atau tidak perlu untuk ditanam lebih dalam sehingga mencapai air tanah yang konstan, variasi tahanan jenis tanah sangat besar. Kadangkala pada penanaman elektroda memungkinkan kelembaban dan temperatur bervariasi, untuk hal seperti ini harga tahanan jenis tanah harus diambil dari keadaan yang paling buruk, yaitu tanah kering dan dingin. Berdasarkan harga inilah dibuat suatu perencanaan pengetanahan.

Nilai tahanan jenis tanah (r ) sangat tergantung pada tahanan tanah ( R ) dan jarak antara elektroda-elektroda yang digunakan pada waktu pengukuran. Pengukuran perlu dilakukan pada beberapa tempat yang berbeda guna memperoleh niai rata-ratanya. Tahanan jenis rata-rata dari dua lapis tanah menurut IEEE standar 81 dimodelkan sebagai berikut :

(7)

dimana :

    Rhoav : tahanan jenis rata-rata dua lapis tanah (Ohm-m)
    r1 : tahanan jenis tanah lapisan pertama (Ohm-m)
    a : jarak antara elektroda (meter)
    h : ketebalan lapisan tanah bagian pertama (meter)
    K : koefesien refleksi
    d : diameter elektroda (meter)
    n : jumlah pengamatan (sampel) tiap lapisan tanah yang diamati

Perbedaan tahanan jenis tanah akibat iklim biasanya terbatas sampai kedalaman beberapa meter dari permukaan tanah, selanjutnya pada bagian yang lebih dalam secara praktis akan konstan.

4. Konduktor Pentanahan

Konduktor yang digunakan untuk pentanahan harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain:

  • Memiliki daya hantar jenis (conductivity) yang cukup besar sehingga tidak akan memperbesar beda potensial lokal yang berbahaya.
  • Memiliki kekerasan (kekuatan) secara mekanis pada tingkat yang tinggi terutama bila digunakan pada daerah yang tidak terlindung terhadap kerusakan fisik.
  • Tahan terhadap peleburan dari keburukan sambungan listrik, walaupun konduktor tersebut akan terkena magnitude arus gangguan dalam waktu yang lama.
  • Tahan terhadap korosi.

Dari persamaan kapasitas arus untuk elektroda tembaga yang dianjurkan oleh IEEE Guide standar, Onderdonk menemukan suatu persamaan : (8)

dimana :

    A : penampang konduktor (circular mills)
    I : arus gangguan (Ampere)
    t : lama gangguan (detik)
    Tm : suhu maksimum konduktor yang diizinkan ( 0 C )
    Ta : suhu sekeliling tahunan maksimum ( 0 C )

Persamaan di atas dapat digunakan untuk menentukan ukuran penampang minimum dari konduktor tembaga yang dipakai sebagai kisi-kisi pentanahan.

5. Penentuan panjang elektroda pentanahan

Kebutuhan akan konduktor pentanahan pada umumnya baru diperkirakan setelah diketahui tata letak peralatan yang akan diketanahkan serta sistem pentanahan yang akan digunakan. Sebagai dasar pertimbangan dalam penentuan panjang konduktor pentanahan umumnya digunakan tegangan sentuh, bukan tegangan langkah dan tegangan pindah. Hal ini disebabkan karena tegangan langkah yang timbul di dalam instalasi yang terpasang pada switch yard umumnya lebih kecil daripada tegangan sentuh tersebut.Pentanahan peralatan gardu induk mula mula dilakukan dengan menanamkan batang konduktor tegak lurus permukaan tanah (rod). Penelitian selanjutnya dengan sistem penanaman elektroda secara horisontal dengan bentuk kisi-kisi (grid) dan gabungan sistem grid dengan rod.

6. Penentuan Jumlah Batang Pengetanahan

Pada saat arus gangguan mengalir antara batang pengetanahan dengan tanah, tanah akan menjadi panas akibat i2r . Suhu tanah harus tetap di bawah 100 0 C untuk menjaga jangan sampai terjadi penguapan air kandungan dalam tanah dan kenaikan tahanan jenis tanah.Kerapatan arus yang diizinkan pada permukaan batang pentanahan dapat dihitung dengan persamaan [13] :

(9)

dimana :

    i : kerapatan arus yang diizinkan (Ampere/cm)
    d : diameter batang pengetanahan (mm)
    d : panas spesifik rata-rata tanah ( ± 1.75 x 106 watt-detik tiap m2 tiap 0C )
    q : kenaikan suhu tanah yang diizinkan ( 0 C )
    r : tahanan jenis tanah (Ohm-m)
    t : lama waktu gangguan (detik)

Seluruh panjang batang pentanahan yang diperlukan dihitung dari pembagian arus gangguan ke tanah dengan kerapatan arus yang diizinkan, sedang jumlah minimum batang pentanahan yang diperlukan diperoleh dari pembagian panjang total dengan panjang satu batang, atau dalam bentuk lain dituliskan sebagai berikut : (10)

dimana :

    Nmin : jumlah minimum batang pentanahan yang diperlukan
    Ig : arus gangguan ke tanah (Ampere)
    i : kerapatan arus yang diizinkan (Ampere/cm)

7. Bentuk-Bentuk Elektroda Pentanahan

7.1 Pentanahan Rod (Elektroda Batang )

    Di bawah ini diperlihatkan disribusi tegangan yang terjadi untuk satu batang elektroda dan dua batang elektroda yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah, dimana arus kesalahan mengalir dari elektroda tersebut ke tanah sekitarnya.
    Gambar 1
    • R : tahanan (Ohm)
      p : tahanan jenis tanah tiap lapisan (Ohm-m)
      C : kapasitansi (statt Farad)
      Rd1 : tahanan untuk satu batang elektroda yang ditanam tegak lurus permukaan tanah (Ohm)
      L : panjang elektroda batang (meter)
      a : jari-jari batang elektroda (cm)
      r : tahanan jenis tanah rata-rata (Ohm-m)
      (indeks 1 atau 2 menunjukkan lapisan tanah)
      hb : kedalaman penanaman elektroda (meter)
  • dimana Ux : teagangan elektroda pentanahan atau tegangan antara elektroda dengan tanah
    x : jarak dari elektroda  Gambar 2Dengan demikian untuk jumlah elektroda yang lebih banyak yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah maka tahanan pentanahan semakin kecil dan distribusi tegangan akan lebih merata.

    7.1.1 Satu batang elektroda yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah

    Dari suatu konduktor terdapat hubungan antara tahanan dan kapasitansi sebesar :R = r / 2pC (11)
    dimana :

    Kapasitansi ini termasuk kapasitansi dari bayangan konduktor yang ditanam ke dalam tanah. Pada gambar-3 satu batang elektroda berbentuk selinder dengan panjang L yang ditanam tegak lurus permukaan tanah berdiameter 2a, dengan bayangan di atas permukaan tanah. Untuk menghitung kapasitansi elektroda pentanahan dan bayangan, digunakan metode potensial rata rata menurut G.W.O Home. Dalam persoalan pentanahan, elektroda pentanahan merupakan bahan penghantar yang membawa muatan listrik yang terdistribusi (menyebar) disekeliling elektroda pentanahan. Dengan cara seperti ini potensial di setiap tempat pada permukaan elektroda akan sama. Bila pada elektroda tersebut diberikan suatu muatan yang merata, maka kapasitansi dapat dihitung dengan metode potensial rata rata. Hasil yang didapatkan untuk satu batang elektroda berbentuk selinder yang ditanam seluruhnya di dalam tanah dinyatakan dengan persamaan : (12)

    Gambar 3

    Maka tahanan dari satu batang elektroda yang ditanam tegak lurus permukaan tanah menurut H.B Dwight, di dapat dengan mensustitusikan persamaan (12) ke dalam persamaan (11) sehingga diperoleh persamaan untuk gambar (3.a) sbb: (13)

    Untuk elektroda batang yang ditanam tegak lurus dan pada kedalaman beberapa cm di bawah permukaan tanah (gambar 3.b) berlaku hubungan:

    (14)

    Untuk gambar (3.c) satu batang elektroda tegak lurus kedalam tanah, dan menembus lapisan kedua tanah tersebut. Hal ini berlaku persamaan :

    (14-a)

    Untuk gambar (3.d) satu batang elektroda tegak lurus kedalam tanah, pada kedalaman beberapa cm di bawah permukaan tanah dan menembus lapisan kedua tanah tersebut. Hal ini berlaku persamaan :

    (14-b)


    dimana :

7.1.2 Dua batang elektroda tegak lurus ke dalam tanah

Susunan dari dua batang elektroda berbentuk selinder dengan panjang L yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah dengan jarak antara ke dua elektroda tersebut sebesar S terlihat pada gambar di bawah. Nilai tahanan pentanahan dan tahanan jenis tanah yang relatif tinggi, maka untuk menguranginya dengan cara menanamkan batang-batang elektroda pentanahan dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk dua batang elektroda pentanahan yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah oleh Dwight, JL. Marshall dengan memperhatikan efek bayangan biasanya adalah dengan menghitung tegangan pada salah satu batang elektroda yang disebabkan oleh distribusi muatan yang merata di batang elektroda itu sendiri dan pada batang elektroda yang lain termasuk bayangannya. Dengan menghitung tegangan rata-rata yang disebabkan oleh muatan batang elektroda itu sendiri dan menghitung tegangan rata-rata yang disebabkan oleh muatan batang elektroda yang lain. Tegangan total rata-rata diperoleh dengan menjumlahkan antara keduanya.

Gambar 4
Rumus tahanan pentanahan untuk dua batang elektroda yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah adalah [13]: (15)
untuk S > L
(16)
untuk S < L
dimana :  S : jarak antara kedua elektroda (meter)

7.1.3 Beberapa batang elektroda (Multiple-Rod) yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah

Jika susunan batang – batang elektroda yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah dalam jumlah yang lebih banyak, maka tahanan pentanahan akan semakin kecil dan distribusi tegangan pada permukaan tanah akan lebih merata. Penanaman elektroda yang tegak lurus ke dalam tanah dapat berbentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan jarak antara batang elektroda pentanahan adalah sama seperti pada dalam gambar berikut :

Gambar 5Nilai tahanan pentanahan untuk beberapa batang elektroda yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah di mana rod menembus lapisan tanah paling bawah/kedua, dihitung dengan mengikuti persamaan berikut:

( )
(17)

dimana Rt adalah tahanan elektroda batang (rod)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(24)

(25)

Keterangan :

N : jumlah batang rod
Cf (shafe factor = 0.9)
Ra dan Rb (tahanan berdasarkan pososi elektroda ( gambar.5))
Analisa :
Dimisalkan :
panjang tiap konduktor batang =3.5 meter
diameter konduktor batang = 3/4 inch = 0.01905 meter
Jari-jari batang konduktor =9.525×10-3 meter
tahanan jenis tanah rata-rata lapisan pertama =750 Ohm-m
tahanan jenis tanah rata-rata lapisan kedua =550 Ohm-m
Ketebalan lapisan tanah bagian atas h = 3.8 meter
Kedalaman penanaman elektroda hb = 0.5 meter
1). Berdasarkan gambar (3-a) dengan mengacu pada persamaan (13) diperoleh : Rd1 = 214.7256  W 2). Beradasrkan gambar (3-b) dengan mengacu pada persamaan (14) diperoleh : Rd1 = 191.0741  W 3). Berdasarkan gambar (3-c) dengan mengacu pada persamaan (14-a) diperoleh : Rd1 = 157.4655  W 4). Berdasarkan gambar (3-d) dengan mengacu pada persamaan (14-b) diperoleh : Rd1 = 196,6387  W 5). Berdasarkan gambar (4) dengan mengacu pada persamaan (15) dimana S > L untuk S = 4 meter Rd2 = 121.9813 W
untuk S = 5 meter Rd2 = 118.5008 W
Berdasarkan gambar (4) dengan mengacu pada persamaan (16) dimana S < L untuk S = 3 meter Rd2 = 123.1448 W
untuk S = 2.5 meter Rd2 = 125.3299 W
6). Pentanahan dengan Multiple – rod sesuai dengan persamaan (17 – 22) maka :
N=40


Dengan cara yang sama diperoleh sbb:
untuk N = 20 Rt = 30.6359 W
untuk N = 10 Rt = 61.0867 W
untuk N = 5 Rt = 122.0373 W

Kesimpulan

Dari analisa ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Sumber Bacaan

Ol eh : Tadjuddin
Penulis adalah staf pengajar Teknik Elektro Politeknik Unhas Ujung Pandang



http://www.elektroindonesia.com

Prinsip Dasar Proteksi

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang Prinsip Dasar Proteksi tenaga listrik, maka terlebih dahulu kita perlu ketahui tentang:
A. Apa yang dimaksud dengan Daya Proteksi Sistem Tenaga itu?
Yang dimaksud dengan Proteksi Sistem Tenaga Listrik adalah sistem proteksi yang dilakukan kepada peralatan-peralatan listrik yang terpasang pada suatu sistem tenaga misalnya generator, transformator jaringan dan lain-lain terhadap kondisi abnormal operasi sistem itu sendiri.
Kondisi abnormal itu dapat berupa antara lain: hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih, frekuensi sistem rendah, asinkron dan lain-lain.
B. Mengapa Proteksi diperlukan
Proteksi itu diperlukan:
1. Untuk menghindari ataupun untuk mengurangi kerusakan peralatan-peralatan akibat gangguan (kondisi abnormal operasi sistem). Semakin cepat reaksi perangkat proteksi yang digunakan maka akan semakin sedikitlah pengaruh gangguan kepada kemungkinan kerusakan alat.
2. Untuk cepat melokalisir luas daerah terganggu menjadi sekecil mungkin.
3. Untuk dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi kepada konsumsi dan juga mutu listrik yang baik.
4. Untuk mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.
Pengetahuan mengenai arus-arus yang timbul dari pelbagai tipe gangguan pada suatu lokasi merupakan hal yang sangat esensial bagi pengoperasian sistem proteksi secara efektif. Jika terjadi gangguan pada sistem, para operator yang merasakan adanya gangguan tersebut diharapkan segera dapat mengoperasikan CB-CB yang tepat untuk mengeluarkan sistem yang terganggu atau memisahkan pembangkit dari jaringan yang terganggu. Sangat sulit bagi seorang operator untuk mengawasi gangguan-gangguan yang mungkin terjadi dan menentukan CB mana yang dioperasikan untuk mengisolir gangguan tersebut secara manual.
Mengingat arus gangguan yang cukup besar, maka perlu secepat mungkin dilakukan proteksi. Hal ini perlu suatu peralatan yang digunakan untuk mendetekai keadaan-keadaan yang tidak normal tersebut dan selanjutnya menginstruksikan CB-CB yang tepat untuk bekerja memutuskan rangkaian atau sistem yang terganggu. Peralatan tersebut kita kenal dengan relay.
Ringkasnya, proteksi dan tripping otomatik CB-CB yang sehubungan mempunyai dua fungsi pokok:
a. Mengisolir peralatan yang terganggu agar bagian-bagian yang lainnya tetap beroperasi seperti biasa.
b. Membatasi kerusakan peralatan akibat panas lebih (over heating), pengaruh gaya-gaya mekanik dan seterusnya.
Koordinasi antara relay dan Circuit Breaker (CB) dalam mengamati dan memutuskan gangguan disebut sebagai sistem proteksi.
Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam mempertahankan arus kerja maksimum yang aman. Jika arus kerja bertambah melampaui batas aman yang ditentukan dan tidak ada proteksi atau jika proteksi tidak memadai atau tidak efektif, maka keadaan tidak normal dan akan mengakibatkan kerusakan isolasi.
Pertambahan arus yang berkelebihan menyebabkan rugi-rugi daya pada konduktor akan berkelebihan pula.
Perlu diingat bahwa pengaruh pemanasan adalah sebanding dengan kwadrat dari arus:

Dimana:
H = panas yang dihasilkan (Joule)
I = arus konduktor (ampere)
R = tahanan konduktor (ohm)
T = waktu atau lamanya arus mengalir (detik)
Proteksi harus sanggup menghentikan arus gangguan sebelum arus tersebut naik mencapai harga yang berbahaya. Proteksi dapat dilakukan dengan Sekering atau Circuit Breaker.
Proteksi juga harus sanggup menghilangkan gangguan tanpa merusak peralatan proteksi itu sendiri. Untuk ini pemilihan peralatan proteksi harus sesuai dengan kapasitas arus hubung singkat “Breaking Capacity” atau “Rupturing Capacity”. Disamping itu proteksi yang diperlukan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Sekering atau circuit breaker haru sanggup dilalui arus nominal secara terus menerus tanpa pemanasan yang berlebihan (overheating).
2. Overload yang kecil pada selang waktu yang pendek seharusnya tidak menyebabkan peralatan bekerja.
3. Proteksi harus bekerja walaupun pada overload yang kecil tetapi cukup lama sehingga dapat menyebabkan overheating pada rangkaian penghantar.
4. Proteksi harus membuka rangkaian sebelum kerusakan yang disebabkan oleh arus gangguan yang dapat terjadi.
5. Proteksi harus dapat melakukan “Pemisahan” (discriminative) hanya pada rangkaian yang terganggu yang dipidahkan yang lain yang tetap beroperasi.
Proteksi overload dikembangkan jika dalam semua hal rangkaian listrik diputuskan sebelum terjadi overheating. Jadi disini overload action relatif lebih lama dan mempunyai fungsi inverse terhadap kwadrat dari arus.
Proteksi gangguan hubung singkat dikembangkan jika action dari sekering atau circuit breaker cukup cepat untuk membuka rangkaian sebelum arus dapat mencapai harga yang dapat merusak akibat overheating, arcing atau ketegangan mekanik.

http://ict.pontianak.go.id/

Penerapan Sistem

Penerapan Sistem Grid Tak Simetri pada Pentanahan Gardu Induk Bulukumba

Tulisan ini merupakan hasil penelitian, dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya tegangan sentuh yang timbul pada permukaan tanah bila terjadi pengaliran arus gangguan ke tanah. Tegangan sentuh dihitung untuk sistem grid tak simetri dan dibandingkan dengan sistem grid simetri. Dengan menggunakan dua jenis sistem grid ini diketahui perbandingan panjang konduktor pentanahan untuk masing-masing tegangan sentuh yang masih memenuhi syarat keamanan. Pada penelitian ini, tahanan jenis tanah diperoleh sebesar 15 ohm-m, dan tahanan jenis lapisan permukaan tanah (crushed-rock) sebesar 3000 ohm-m. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan sistem grid tak simetri diperoleh tegangan sentuh yang masih memenuhi syarat keamanan sebesar 585,30 volt dengan panjang elektroda pentanahan 1260 meter. Untuk sistem grid simerti diperoleh tegangan sentuh sebesar 588,17 volt dengan panjang elektroda pentanahan 1755 meter. Dari kedua sistem pentanahan ini, maka untuk sistem grid tak simetri diperoleh penghematan konduktor pentanahan sebesar 28,05 %.

1. Pendahuluan

Gardu induk Bulukumba merupakan salah satu gardu induk yang sementara dalam tahap pembangunan. Gardu induk ini menggunakan tegangan kerja 150 kV. Sejalan dengan rencana pembangunan gardu induk, maka hal penting yang juga perlu diperhatikan adalah perencanaan sistem pentanahannya. Sistem pentanahan inilah yang akan turut menentukan keamanan peralatan dan orang yang berada disekitar gardu induk pada saat terjadi gannguan ke tanah.

Gardu induk bertujuan untuk menaikkan/menurunkan tegangan. Pada gardu induk ini terdapat beberapa peralatan antara lain transformator daya, pemutus tenaga, arrester, pemisah dan lain-lain. Frame dari peralatan-peralatan ini umumnya terbuat dari metal. Apabila isolasi peralatan tidak berfungsi dengan baik maka bagian-bagian peralatan yang seharusnya tidak bertegangan akan menjadi bertegangan. Akibat lain bila isolasi peralatan tidak berfungsi dengan baik adalah adanya arus gangguan (arus bocor) yang mengalir pada bagian-bagian peralatan yang terbuat dari metal dan juga mengalir dalam tanah di sekitar gardu induk.

Arus gangguan ini menimbulkan gradien tegangan di antara peralatan dengan peralatan, peralatan dengan tanah dan juga gradien tegangan pada permukaan tanah itu sendiri. Gradien tegangan di permukaan tanah ini dapat mengakibatkan terjadinya tegangan sentuh dan tegangan langkah yang bila melampaui batas keamanan akan berbahaya baik terhadap orang maupun terhadap peralatan itu sendiri. Besarnya gradien tegangan pada permukaan tanah ini tergantung pada tahanan jenis tanah. Untuk mencegah atau memperkecil gradien tegangan pada permukaan tanah tersebut dalam suatu gardu induk, maka rangka dari peralatan harus selalu ditanahkan yaitu dengan cara menambahkan elektroda pentanahan yang ditanam ke dalam tanah. Selama ini sistem pentanahan gardu induk yang banyak digunakan adalah sistem grid, dan sistem gabungan grid-rod. Kedua sistem ini jarak antara konduktor paralelnya sama (sistem grid simetri). Kelemahan dengan sistem tersebut adalah bahwa untuk memperoleh tegangan permukaan yang masih memenuhi syarat keamanan, dibutuhkan konduktor pentanahan yang lebih panjang. Berdasarkan hal ini maka untuk mendapatkan sistem pentanahan yang baik sesuai dengan struktur tanah, dalam penelitian ini digunakan sistem grid tak simetri dan dibandingkan dengan sistem grid simetri untuk masing-masing tegangan sentuh yang masih memenuhi syarat keamanan.

Media Pengaliran Arus Gangguan ke Tanah

Bila pada saat terjadi gangguan seseorang berjalan di atas switch yard sambil memegang atau menyentuh suatu peralatan yang diketanahkan, maka akan ada arus mengalir melalui tubuh orang tersebut. Arus listrik ini akan mengalir dari tangan ke kedua kaki dan terus ke tanah, bila orang tersebut menyentuh suatu peralatan, atau dari kaki yang satu ke kaki yang lain, bila ia berjalan di dalam switch yard tanpa menyentuh peralatan. Berat ringannya bahaya yang dialami seseorang tergantung pada besarnya arus yang mengalir melalui tubuh, lamanya arus tersebut mengalir dan frekuensinya. Berdasarkan hasil penyelidikan tentang tahanan tubuh manusia oleh beberapa orang ahli, sepakat bahwa sebagai pendekatan diambil tahanan tubuh manusia rata-rata sebesar 1000 Ohm.

Struktur dan Karakteristik Tanah

Struktur dan karakteristik tanah merupakan salah satu faktor yang mutlak diketahui karena mempunyai kaitan erat dengan perencanaan sistem pentanahan yang akan digunakan. Nilai tahanan jenis tanah harganya bermacam-macam, tergantung pada komposisi tanahnya. Batasan atau pengelompokan tahanan jenis dari berbagai macam jenis tanah pada kedalaman tertentu tergantung pada beberapa hal antara lain pengaruh temperatur, pengaruh kelembaban, dan pengaruh kandungan kimia. • Pengukuran Tahanan Jenis Tanah Pengukuran tahanan jenis tanah biasanya dilakukan dengan metode empat elektroda (metode Wenner) atau dengan metode menggunakan metode tiga elektroda. Pengukuran dengan metode Wenner menggunakan empat buah elektroda (dua elektroda arus dan dua elektroda tegangan), batere, sebuah amperemeter dan sebuah voltmeter yang sensitif sebagaimana terlihat dalam Gambar 1. Dari Gambar 1 terlihat bahwa arus I masuk ke tanah melalui salah satu elektroda dan kembali ke elektroda yang lain yang cukup jauh sehingga pengaruh diameter konduktor dapat diabaikan. Arus yang masuk ke tanah mengalir secara radial dari elektroda. Misalkan arah arus dari elektroda (1) ke elektroda (2) yang berbentuk permukaan bola dengan jari-jari r, maka tahanan jenis tanah adalah ……………., dengan R adalah tanan tanah.

Konduktor Pentanahan

Konduktor yang digunakan untuk pentanahan harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain: Memiliki daya hantar jenis yang cukup besar sehingga tidak akan memperbesar beda potensial lokal yang berbahaya, memiliki kekuatan mekanis, tahan terhadap peleburan dari keburukan sambungan listrik, dan tahan terhadap korosi. Pada umumnya tembaga digunakan sebagai bahan untuk konduktor pentanahan karena tembaga dapat dikatakan mempunyai sifat yang memenuhi syarat di atas.

Metode Sistem Pentanahan

Sistem pentanahan peralatan pada gardu induk biasanya menggunakan konduktor yang terbuat dari tembaga dan memiliki konduktivitas yang tinggi. Pentanahan peralatan gardu induk mula-mula dilakukan dengan metode driven-rod, yakni menanamkan batang konduktor tegak lurus permukaan tanah, kemudian menggunakan sistem pentanahan dengan menanamkan batang-batang konduktor sejajar permukaan tanah dan pada kedalaman beberapa cm di bawah permukaan tanah (counterpoise). Penelitian selanjutnya dengan sistem penanaman elektroda secara horisontal dengan bentuk kisi-kisi (grid) dan gabungan sistem grid dengan rod. Sistem pentanahan dengan gabungan ini cukup efektif untuk meratakan tegangan di permukaan tanah saat terjadi gangguan tanah dan dapat menghasilkan tahanan pentanahan yang rendah. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa pentanahan dengan sistem grid tak simetri memiliki beberapa keuntungan bila dibandingkan dengan sistem sebelumnya. Pentanahan dengan sistem ini yang akan dicoba diterapkan dan akan dibandingkan dengan pentanahan sistem grid simetri serta pentanahan yang akan diuraikan lebih lanjut.

A. Pentanahan Sistem Grid Simetri

Pentanahan dengan sistem grid ini dilakukan dengan menanamkan batang-batang elektroda pentanahan dalam tanah pada kedalaman beberapa cm, sejajar dengan permukaan tanah dan elektroda tersebut dihubungkan satu dengan lainnya sehingga membentuk beberapa jaringan. Makin banyak konduktor yang ditanam dengan sistem ini, maka tegangan yang timbul pada permukaan tanah pada saat terjadi gangguan ke tanah akan terdistribusi merata. Adapun bentuk elektroda dengan sistem grid (kisi-kisi) ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Pada pentanahan sistem grid simetri ini apabila jumlah elektroda pentanahan yang membentuk grid (kisi-kisi) menjadi banyak, maka akan menyerupai bentuk pelat dan yang optimum untuk memperoleh nilai tahanan pentanahan yang kecil.

B. Pentanahan Sistem Grid Tak Simetri

Pentanahan dengan sistem grid tak simetri ini pada perinsipnya sama dengan pentanahan sistem grid simetri. Perbedaannya hanya pada distribusi konduktor kisi-kisi (konduktor paralel yang membentuk grid ) tidak sama jaraknya untuk satu sisi. Penetapan konduktor paralel yang pertama selalu dimulai pada pertengahan daerah pentanahan. Dengan sistem grid tak simetri ini akan menyebabkan arus terdistribusi dengan baik sehingga tegangan permukaan yang timbul pada saat terjadi gangguan ke tanah menjadi lebih rendah. Gambar 3 memperlihatkan sistem grid tak simetri.

Gradien Tegangan Pada Permukaan Tanah

Pada umumnya sebagai pengamanan, gradien tegangan antara titik sentuh pada peralatan dengan titik pada permukaan tanah tempat berdiri, atau gradien tegangan pada permukaan tanah yang bersentuhan dengan kedua kaki, dianggap menimbulkan bahaya bagi seseorang. Secara umum gradien tegangan yang timbul pada permuaan tanah selama mengalir arus gangguan tanah meliputi : tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan pindah.

Tegangan Sentuh

Tegangan sentuh adalah beda potensial antara kenaikan potensial tanah dengan potensial pada suatu titik berjarak 1 meter pada permukaan tanah. Pada permukaan tanah ini seseorang berdiri sambil menyentuh suatu peralatan yang diketanahkan pada saat terjadi gangguan. Besarnya arus gangguan dibatasi oleh tahanan tubuh orang dan tahanan kontak ke tanah dari kaki orang tersebut. Gambar 4 menunjukkan salah satu kejadian yang menyebabkan timbulnya tegangan sentuh pada saat terjadi gangguan beserta rangkaian penggantinya.

Gambar 4 memperlihatkan seseorang yang berdiri dalam suatu switch yard sambil menyentuh peralatan yang ditanahkan. Jika Rb adalah tahanan tubuh orang, Rf adalah tahanan tanah tepat di bawah setiap kaki maka rangkaian ekivalen dari kejadian di atas dapat dinyatakan pada Gambar 5. Dengan beberapa asumsi dan perhitungan, diketahui besar tegangan sentuh yang terjadi seperti dalam Tabel 1.

Tegangan Langkah

Tegangan langkah adalah beda potensial pada permukaan tanah dari dua titik yang berjarak satu langkah (1 meter) yang dialami seseorang yang menghubungkan ke dua titik tersebut dengan kedua kakinya tanpa menyentuh suatu peralatan apapun. Adapun rangkaian kejadian dari tegangan langkah beserta rangkaian ekivalennya dapat dilihat pada Gambar 6.

Tegangan Pindah (transfered voltage)

Tegangan pindah (tegangan peralihan) merupakan hal khusus dari tegangan sentuh, yang terjadi bila pada saat terjadi gangguan seseorang berada dalam suatu switch yard dan menyentuh suatu peralatan yang ditanahkan pada tempat/titik yang jauh, dan alat tersebut dialiri arus gangguan ke tanah. Tegangan pindah ini akan sama dengan tegangan pada tahanan kontak pengetanahan total. Untuk waktu tertentu dari arus gangguan, tegangan pindah yang diizinkan adalah sama dengan tegangan sentuh.

II. Bahan/peralatan dan Metodologi Penelitian

Pada penelitian ini pengukuran tahanan jenis tanah dilakukan pada lokasi pembangunan gardu induk yaitu di Kabupaten Bulukumba. Untuk menunjang terlaksananya pengukuran tahanan jenis tanah diperlukan sejumlah bahan dan peralatan yaitu Elektroda, Voltmeter, Ampermeter, dan Aki 12 volt sebagai sumber tegangan.

Dari hasil pembacaan kedua alat ukur, dihitung tahanan jenis tanah untuk tiap titik pengamatan. Cara lain untuk mengetahui tahanan jenis tanah yaitu dengan mengambil sampel tanah pada lokasi pentanahan gardu induk. Sampel tanah ini diuji di Laboratorium mekanika tanah untuk menentukan klasifikasi tanah berdasarkan ukuran butirannya.

III. Hasil dan Pembahasan

A. Data Penelitian

Data tahanan jenis tanah diperoleh dengan melakukan pengukuran pada lokasi gardu induk Bulukumba, dan data-data lainnya diperoleh pada Kantor PIKITRING Wilayah Sulawesi. Data-data tersebut adalah sebagai berikut :

  • Beda potensial tanah = 11,9 volt
  • Arus = 10 ampere
  • sehingga tahanan tanah R = 1,19 Ohm
  • Selanjutnya tahanan jenis tanah dihitung dengan menggunakan persamaan r = 2 p a R.
  • Besarnya tahanan jenis tanah di tempat itu adalah r = 15 Ohm.m.
  • Data selengkapnya seperti pada Tabel 2.

B. Perhitungan

Dengan menggunakan data-data di atas, maka tegangan sentuh dan panjang elektroda pentanahan sistem grid tak simerti dapat dihitung. Jarak antara konduktor paralel hasil perhitungan untuk sistem grid tak simetri dapat digambarkan Gambar 7.

Dengan menggunakan data-data seperti pada Tabel 2 maka tegangan sentuh untuk sistem grid simetri dan tak simetri adalah seperti Tabel 3.

Pembahasan

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jika panjang total konduktor pentanahan untuk sistem grid simetri semakin besar yang diikuti dengan perubahan jarak antara konduktor paralel yang semakin kecil, maka diperoleh tegangan sentuh yang semakin kecil. Hal ini juga terjadi bila digunakan sistem grid tak simetri yakni tegangan sentuh akan semakin kecil bila panjang total konduktor pentanahan yang digunakan menjadi semakin besar. Perbandingan antara kedua jenis pentanahan ini adalah sebagai berikut:

Dengan menggunakan sistem grid simetri, tegangan sentuh sebenarnya yaitu sebesar 588,17 volt telah memenuhi syarat, karena lebih kecil dari tegangan sentuh yang diizinkan yaitu 624 volt dengan panjang konduktor pentanahan yang digunakan sebesar 1755 meter. Untuk sistem grid tak simetri tegangan sentuh sebenarnya yang memenuhi syarat yaitu 585,3 volt bila digunakan elektroda pentanahan dengan panjang 1260 meter.

Dari kedua nilai tegangan sentuh yang memenuhi syarat maka dengan sistem grid tak simetri terjadi penghematan pengggunaan konduktor pentanahan. Oleh karena nilai tahanan jenis tanah pada suatu lokasi dan kedalaman tertentu adalah konstan, maka untuk memperbaiki karakteristik pentanahan yang harus disesuaikan adalah penggunaan elektroda pentanahan.

Kesimpulan dan Saran

Dengan menggunakan pentanahan sistem grid tak simetri tegangan sentuh yang memenuhi syarat, diperoleh sebesar 585,3 volt, bila panjang elektroda pentanahan yang digunakan sebesar 1260 meter. Untuk pentanahan sistem grid yang simetri, tegangan sentuh yang memenuhi syarat dicapai bila panjang konduktor pentanahan 1755 meter dengan tegangan sebesar 588,17 volt. Nilai tegangan sentuh ini akan semakin kecil bila konduktor pentanahan yang digunakan semakin besar. Dengan menggunakan sistem grid tak simetri diperoleh penghematan konduktor pentanahan dalam mereduksi tegangan sentuh sampai pada batas-batas yang masih memenuhi syarat keamanan sebesar 28,05 %.
Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar dilakukan analisis dengan kedalaman penanaman dan ukuran elektroda pentanahan yang bervariasi. Tadjuddin, Hamma, dan Ahmad Gaffar adalah staf pengajar Politeknik Negeri Ujung Pandang

http://www.elektroindonesia.com/

RELE GANGGUAN TANAH

REKOMENDASI SETELAN RELE GANGGUAN TANAH UNTUK MENCEGAH GANGGUAN SIMPATETIK

<!–
google_ad_client = “pub-6686029821961347”;
google_ad_type = “text”;
google_ad_channel = “”;
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
google_language = “en”;
google_ad_format = “120x240_as”;
google_color_border = “336699”;
google_color_bg = “FFFFFF”;
google_color_link = “336699”;
google_color_url = “FF8C00”;
google_color_text = “000000”;
//–>

SIMPATETIK REKAYASA

ABSTRAK
Gangguan simpatetik merupakan salah satu gangguan jaringan distribusi. Gangguan ini akibat gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada salah satu penyulang, mengakibatkan rele gangguan tanah penyulang lain pada busbar yang sama ikut bekerja. Berdasarkan laporan PT. PLN (Persero) Cabang Mataram sampai bulan Mei 2005, hampir 75% gangguan pada penyulang terhubung pada busbar Ampenan diindikasikan sebagai gangguan simpatetik.
Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa setelan rele gangguan tanah yang ada, menghitung arus hubung singkat satu fasa ke tanah dan arus kapasitif masing-masing penyulang terhubung ke busbar Ampenan, menghitung setelan arus dan waktu serta memeriksa setelan ini terhadap gangguan satu fasa ketanah untuk meyakinkan tidak terjadi gangguan simpatetik lagi.
Hasil penelitian merekomendasikan rele gangguan tanah jenis waktu inverse dengan setelan arus terkecil yaitu Isett = 0.162 ampere untuk penyulang Lembar dan setelan arus terbesar yaitu Isett = 0.356 ampere untuk penyulang Kopel Taman B. Setelan waktu semua rele mempunyai rata-rata TMS sebesar 0.1.

Kata Kunci: arus gangguan satu fasa ke tanah, arus kapasitif, gangguan simpatetik, setelan rele gangguan tanah.

ABSTRACT

Sympathetic fault is one of many faults on Power System Distribution. This fault result by ground fault on one feeder to make open relay ground fault on other feeder at same busbar. Base on report of PT. PLN (Persero) Mataram branch until May 2005, almost 75% fault on feeder at Ampenan busbar was indicated as sympathetic fault.
This research to investigated setting of ground fault relay, to counted ground fault current and capacitive current every feeder at Ampenan bus bar, to counted setting current and time than investigated this new setting concern to ground fault to test that setting safe for sympathetic fault.
Result of research recommended inverse time ground fault relay with minimum current is Isett = 0.162 Ampere on Lembar feeder and maximum current is Isett = 0.356 Ampere on Kopel Taman B feeder. Setting time of all relay have TMS average 0.1.

Keywords: ground fault current, capacitive current, sympathetic fault, ground fault relay setting

PENDAHULUAN
Kontinuitas penyaluran listrik ke konsumen merupakan salah satu parameter dari keandalan sistem tenaga listrik. Kontinuitas penyaluran sangat dipengaruhi kemampuan daya pembangkitan, dan koordinasi pengaman. Koordinasi pengaman sangat berperan dalam mengamankan daerah-daerah yang tidak terganggu dari gangguan yang mungkin terjadi pada sistem tenaga listrik.
Gangguan-gangguan yang terjadi pada sistem tenaga listrik seperti gangguan simetris (gangguan tiga fasa) atau gangguan tidak simetris (satu fasa ke tanah, antar fasa dan dua fasa ke tanah). Gangguan yang sangat berperan dalam menentukan koordinasi pengaman adalah gangguan tiga fasa dan gangguan satu fasa ke tanah. Gangguan tiga fasa ke tanah digunakan untuk koordinasi perseksi (hulu dan hilir) dari sistem, dan gangguan satu fasa ke tanah digunakan untuk koordinasi rele gangguan tanah (GFR) setiap penyulang pada busbar yang sama.
Gangguan satu fasa ke tanah pada satu penyulang memungkinkan terjadinya pemadaman penyulang lain pada busbar yang sama bila koordinasi rele GFR antar penyulang pada busbar tersebut tidak tepat.
Kasus seperti ini akan menyebabkan pemadaman yang serentak dan sangat merugikan kontinuitas penyaluran listrik. Kondisi ini disebut gangguan simpatetik.
Laporan bagian gangguan dan operasional PT. PLN Cabang Mataram sampai bulan Mei 2005 menunjukkan hampir 75% gangguan yang terjadi dalam Sistem Kelistrikan Lombok diindikasikan adalah kasus simpatetik trip. Berdasarkan laporan ini perlu adanya tinjauan ulang setelan rele GFR sehingga diharapkan setelan rele GFR yang direkomendasaikan mampu meniadakan gangguan simpatetik.

TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian-penelitian yang berhu-bungan dengan kasus gangguan simpatetik sudah bayak diteliti dan terjadi pada sistem-sistem kelistrikan antara lain, sistem kelistrikan pada PT Badak NGL (PTB) di Surabaya oleh Penangsang dkk, menunjukan hasil perlu penggatian kabel tanam yang lama karena arus kapasitif discharge tinggi mempengaruhi kerja rele gangguan tanah, pada sistem kelistrikan Lombok juga sudah ada penelitian pendahuluan masalah gangguan simpatetik sebatas perhitungan arus kapasitif penyebab gangguan simpatetik oleh Suassono, 2004.
Jenis rele GFR yang direkomedasikan untuk mencegah gangguan simpatetik adalah rele arah gangguan tanah atau rele jenis inverse, (Anonim, 2000). Rele arah gangguan tanah dapat mencegah gangguan simpatetik karena selektifitas rele arah gangguan tanah mampu mendeteksi arus resistif saja, sehingga arus kapasitif penyebab simpatetik tidak akan mengerjakan rele arah penyulang yang tidak terganggu. Rele overcurrent jenis inverse bisa digunakan dengan perhitungan biasa untuk setelan rele dengan menambahkan perhitungan arus kapasitif yang perhitungannya terpisah dari perhitungan gangguan satu fasa ke tanah menurut komponen simetris, (Anonim, 2000).
Rele GFR pada Sistem Kelistrikan Lombok meggunakan rele jenis definite, rele ini sangat sensitif terhadap arus kapasitif sehingga prosentase gangguan simpatetik akan cukup besar seperti yang dilaporkan pada laporan gangguan dari PT. PLN sendiri yaitu diindikasikan 75 % gangguan pada Sistem Kelistrikan Lombok adalah gangguan simpatetik (Anonim, 2005).
Rele GFR pada sistem kelistrikan Lombok menggunakan jenis definite sudah ditinjau, ternyata memang terjadi gangguan simpatetik yaitu pada setelan penyulang Senggigi, untuk gangguan satu fasa ke tanah pada penyulang (selain penyulang Senggigi) yang terhubung ke bus bar Ampenan akan mentripkan GFR Senggigi (Suhairi, 2006).

pengetahuan dasar ttg photo editing dan desain grafis


Desain Grafis
penulis : Slamet Riyanto
Sumber : www.slametriyanto.net

Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
2. Web Desain: desain untuk halaman web.
3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

Program Pengolah Grafis
Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.

1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Adobe FrameMaker
– Adobe In Design
– Adobe PageMaker
– Corel Ventura
– Microsoft Publisher
– Quark Xpress

2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Adobe Illustrator
– Beneba Canvas
– CorelDraw
– Macromedia Freehand
– Metacreations Expression
– Micrografx Designer

3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.
Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
– Adobe Photoshop
– Corel Photo Paint
– Macromedia Xres
– Metacreations Painter
– Metacreations Live Picture
– Micrografx Picture Publisher
– Microsoft Photo Editor
– QFX
– Wright Image

4. Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
– Adobe After Effect
– Power Director
– Show Biz DVD
– Ulead Video Studio
– Element Premier
– Easy Media Creator
– Pinnacle Studio Plus
– WinDVD Creater
– Nero Ultra Edition

5. Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancang sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Macromedia Authorware
– Macromedia Director
– Macromedia Flash
– Multimedia Builder
– Ezedia
– Hyper Studio
– Ovation Studio Pro

Memilih Format File yang Tepat untuk Image
PenulisSlamet Riyanto

Ketika bekerja dengan Adobe Photoshop, ada beberapa pilihan untuk menyimpan dokumen tersebut dalam berbagai format file dan kompresi.
Sulit membedakan antara format yang satu dengan yang lain. Terkadang juga salah dalam memilih format file tersebut, karena masing-masing format file memiliki kelebihan dan kekurangan.Juga memang, masing-masing format file tersebut harus digunakan secara tepat. Sebagai contoh, untuk keperluan web Anda disarankan menggunakan format file jpg, png, maupun gif. Mengapa?

Adobe Photoshop mendukung pertukaran dokumen dari program lain, diantaranya: Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Macromedia Firework, Adobe PageMaker, Adobe After Effect, Corel PhotoPaint, CorelDraw, 3D Studio Max, dan lain-lain. Teknik pertukaran dokumen tersebut dengan cara menyimpan format file yang sesuai dan dapat diterima oleh program-program tersebut di atas. Berikut ini penjelasan beberapa format file untuk menyimpan dokumen pada Photoshop.

PSD (Photoshop Document)
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.

BMP (Bitmap Image)
Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit sampe 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE.
Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.

EPS (Encapsuled Postcript)
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak.
Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.

JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)
Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.

GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.

TIF (Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.

PCX
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.

PDF (Portable Document Format)
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.

PNG (Portable Network Graphic)
Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.

PIC (Pict)
Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.

TGA (Targa)
Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untuk� menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.

IFF (Interchange File Format)
Format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan Video Toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel.

SCT (Scitex Continous Tone)
Format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.

PXR (Pixar)
Format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan Pixar Image Computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1 alpha channel.

RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.

DCS (Dekstop Color Separation)
Format file ini dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna Multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. Format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam format ini maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.

FORMAT KOMPRESI
Beberapa program terutama yang berorientasi pada publikasi elektronik dan multimedia selalu memerlukan format file yang berukuran kecil agar ketika dibuka tidak akan lambat. Untuk keperluan tersebut diperlukan kompresi.
Berikut ini format file yang berorientasi publikasi elektronik dan multimedia dengan kompresinya masing-masing.

RLE (Run Length Encoding)
Kompresi ini mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Digunakan oleh Adobe Photoshop, TIFF dan sebagian besar program yang terdapat dalam Windows.

LZW (Lemple-Zif-Welf)
Sama seperti kompresi RLE, kompresi ini juga mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Kompresi ini digunakan oleh TIFF, PDF, GIF, dan format yang mendukung bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik untuk mengkompres gambar dengan area besar yang menggunakan 1 warna.

JPG (Joint Photographic Experts Group)
Format ini mengkompres file dengan menghilangkan detail. Format file ini sering digunakan oleh JPG, PDF, dan format yang menggunakan bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik digunakan untuk gambar dengan continous tone seperti foto.

CCIT
CCIT merupakan singkatan dari bahasa Perancis yang dalam bahasa Inggris disebut International Telegraph and Telekeyed Consultive Commitee.
Kompresi ini digunakan untuk mengkompres gambar hitam putih, dan mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detailnya. Kompresi ini sering digunakan oleh PDF dan format lain yang menggunakan bahasa postscript.

CATATAN

Ketika menyimpan dokumen pada format file yang tidak dapat menyimpan informasi layer, maka Anda harus mengubah gambar tersebut menjadi flaten image terlebih dulu.

Format file yang dapat menyimpan mode warna Duotone hanyalah EPS, RAW, dan PSD. Oleh karena itu, ketika ingin menyimpan dalam format lain maka Anda harus mengubah mode warnanya terlebih dulu, menjadi RGB bila dokumen tidak ingin dicetak, karena informasi Duotone-nya akan diuraikan menjadi RGB.

Format file yan dapat menyimpan mode warna Lab Color hanyalah PSD, RAW, TIF, PDF, dan EPS. Format file yang dapat menyimpan mode warna CMYK hanyalah PSD, RAW, EPS, TIF, JPG, PDF, dam SCT.

Mode warna Indexed Color dapat menyimpan beberapa format file sesuai seting indexed color-nya.

Mode warna RGB dapatdisimpan pada semua format file yang ada di Adobe Photoshop.

Format yang direkomendasikan oleh para desainer profesional adalah
PSD = untuk dokumen yang masih ingin diedit kembali
EPS = untuk dokumen yang sudah final untuk persiapan cetak
JPG = untuk cetak dengan kompresi di atas 8 bit dan untuk foto dalam web dengan kompresi di bawah 5.
GIF = untuk ilustrasi dan animasi pada halaman web.
TIF = untuk cetak, pertukaran dokumen antar platform serta sequence animasi

<!–
google_ad_client = “pub-4771062388576007”;
/* forum posbit */
google_ad_slot = “1006144153”;
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
//–>

http://forum.djawir.com