RELE GANGGUAN TANAH

REKOMENDASI SETELAN RELE GANGGUAN TANAH UNTUK MENCEGAH GANGGUAN SIMPATETIK

<!–
google_ad_client = “pub-6686029821961347”;
google_ad_type = “text”;
google_ad_channel = “”;
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
google_language = “en”;
google_ad_format = “120x240_as”;
google_color_border = “336699”;
google_color_bg = “FFFFFF”;
google_color_link = “336699”;
google_color_url = “FF8C00”;
google_color_text = “000000”;
//–>

SIMPATETIK REKAYASA

ABSTRAK
Gangguan simpatetik merupakan salah satu gangguan jaringan distribusi. Gangguan ini akibat gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada salah satu penyulang, mengakibatkan rele gangguan tanah penyulang lain pada busbar yang sama ikut bekerja. Berdasarkan laporan PT. PLN (Persero) Cabang Mataram sampai bulan Mei 2005, hampir 75% gangguan pada penyulang terhubung pada busbar Ampenan diindikasikan sebagai gangguan simpatetik.
Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa setelan rele gangguan tanah yang ada, menghitung arus hubung singkat satu fasa ke tanah dan arus kapasitif masing-masing penyulang terhubung ke busbar Ampenan, menghitung setelan arus dan waktu serta memeriksa setelan ini terhadap gangguan satu fasa ketanah untuk meyakinkan tidak terjadi gangguan simpatetik lagi.
Hasil penelitian merekomendasikan rele gangguan tanah jenis waktu inverse dengan setelan arus terkecil yaitu Isett = 0.162 ampere untuk penyulang Lembar dan setelan arus terbesar yaitu Isett = 0.356 ampere untuk penyulang Kopel Taman B. Setelan waktu semua rele mempunyai rata-rata TMS sebesar 0.1.

Kata Kunci: arus gangguan satu fasa ke tanah, arus kapasitif, gangguan simpatetik, setelan rele gangguan tanah.

ABSTRACT

Sympathetic fault is one of many faults on Power System Distribution. This fault result by ground fault on one feeder to make open relay ground fault on other feeder at same busbar. Base on report of PT. PLN (Persero) Mataram branch until May 2005, almost 75% fault on feeder at Ampenan busbar was indicated as sympathetic fault.
This research to investigated setting of ground fault relay, to counted ground fault current and capacitive current every feeder at Ampenan bus bar, to counted setting current and time than investigated this new setting concern to ground fault to test that setting safe for sympathetic fault.
Result of research recommended inverse time ground fault relay with minimum current is Isett = 0.162 Ampere on Lembar feeder and maximum current is Isett = 0.356 Ampere on Kopel Taman B feeder. Setting time of all relay have TMS average 0.1.

Keywords: ground fault current, capacitive current, sympathetic fault, ground fault relay setting

PENDAHULUAN
Kontinuitas penyaluran listrik ke konsumen merupakan salah satu parameter dari keandalan sistem tenaga listrik. Kontinuitas penyaluran sangat dipengaruhi kemampuan daya pembangkitan, dan koordinasi pengaman. Koordinasi pengaman sangat berperan dalam mengamankan daerah-daerah yang tidak terganggu dari gangguan yang mungkin terjadi pada sistem tenaga listrik.
Gangguan-gangguan yang terjadi pada sistem tenaga listrik seperti gangguan simetris (gangguan tiga fasa) atau gangguan tidak simetris (satu fasa ke tanah, antar fasa dan dua fasa ke tanah). Gangguan yang sangat berperan dalam menentukan koordinasi pengaman adalah gangguan tiga fasa dan gangguan satu fasa ke tanah. Gangguan tiga fasa ke tanah digunakan untuk koordinasi perseksi (hulu dan hilir) dari sistem, dan gangguan satu fasa ke tanah digunakan untuk koordinasi rele gangguan tanah (GFR) setiap penyulang pada busbar yang sama.
Gangguan satu fasa ke tanah pada satu penyulang memungkinkan terjadinya pemadaman penyulang lain pada busbar yang sama bila koordinasi rele GFR antar penyulang pada busbar tersebut tidak tepat.
Kasus seperti ini akan menyebabkan pemadaman yang serentak dan sangat merugikan kontinuitas penyaluran listrik. Kondisi ini disebut gangguan simpatetik.
Laporan bagian gangguan dan operasional PT. PLN Cabang Mataram sampai bulan Mei 2005 menunjukkan hampir 75% gangguan yang terjadi dalam Sistem Kelistrikan Lombok diindikasikan adalah kasus simpatetik trip. Berdasarkan laporan ini perlu adanya tinjauan ulang setelan rele GFR sehingga diharapkan setelan rele GFR yang direkomendasaikan mampu meniadakan gangguan simpatetik.

TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian-penelitian yang berhu-bungan dengan kasus gangguan simpatetik sudah bayak diteliti dan terjadi pada sistem-sistem kelistrikan antara lain, sistem kelistrikan pada PT Badak NGL (PTB) di Surabaya oleh Penangsang dkk, menunjukan hasil perlu penggatian kabel tanam yang lama karena arus kapasitif discharge tinggi mempengaruhi kerja rele gangguan tanah, pada sistem kelistrikan Lombok juga sudah ada penelitian pendahuluan masalah gangguan simpatetik sebatas perhitungan arus kapasitif penyebab gangguan simpatetik oleh Suassono, 2004.
Jenis rele GFR yang direkomedasikan untuk mencegah gangguan simpatetik adalah rele arah gangguan tanah atau rele jenis inverse, (Anonim, 2000). Rele arah gangguan tanah dapat mencegah gangguan simpatetik karena selektifitas rele arah gangguan tanah mampu mendeteksi arus resistif saja, sehingga arus kapasitif penyebab simpatetik tidak akan mengerjakan rele arah penyulang yang tidak terganggu. Rele overcurrent jenis inverse bisa digunakan dengan perhitungan biasa untuk setelan rele dengan menambahkan perhitungan arus kapasitif yang perhitungannya terpisah dari perhitungan gangguan satu fasa ke tanah menurut komponen simetris, (Anonim, 2000).
Rele GFR pada Sistem Kelistrikan Lombok meggunakan rele jenis definite, rele ini sangat sensitif terhadap arus kapasitif sehingga prosentase gangguan simpatetik akan cukup besar seperti yang dilaporkan pada laporan gangguan dari PT. PLN sendiri yaitu diindikasikan 75 % gangguan pada Sistem Kelistrikan Lombok adalah gangguan simpatetik (Anonim, 2005).
Rele GFR pada sistem kelistrikan Lombok menggunakan jenis definite sudah ditinjau, ternyata memang terjadi gangguan simpatetik yaitu pada setelan penyulang Senggigi, untuk gangguan satu fasa ke tanah pada penyulang (selain penyulang Senggigi) yang terhubung ke bus bar Ampenan akan mentripkan GFR Senggigi (Suhairi, 2006).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s