PENDAPAT SEDULUR 4 5 PANCER

Sebelumnya mohon maaf bila terjadi perbedaan pendapat….di sini ketika orang berbicara Jamus KalimaSada itu terjadi berbagai versi pemahaman yg berbeda,,, kl dari asal cerita, yaitu Sang Begawan Abiyasa menulis tokoh dalam lakon baratha yudho memang pemegang Jamus ini bukanlah Kurawa, akan tetapi setelah di maenkan oleh sang sutradara ( dalang ) itu terjadi distorsi mengenai pema`na an dari kalimat itu sendiri. Kl dari sisi Ilmu Kesehatan maka sang sutradara akan mengartikan bahwasannya kalimat ini menjadi Kalima Usada:::
Yang berarti lima cara untuk mengobati,,,usada beda dengan kasada
lho, pasti ada kepentingan. Tetapi dari ma`na kalimat tentunya kita akan kembali melihat sejarah pewayangan ini secara “PAKEM” akan kita dengar suluk dari sang dalang secara asli,,,seperti uongnngngngng tan soyo dalu araras sabyor kang lintang kumedep.. titi syonyo wes tengah wengi dst,,,,ingsun bakal miwiti cerito…… makuno loyo,,, karyanane ……….niro.
titik2 di sini sekarang sudah tak kita jumpai lagi kata2…. trus asal dari wayang sendiri dari bangsa india,,,trus kenapa sekarang arti kalimat dsi sini beralih ke ma`na yg bukan aslinya….????
kalau dari pemahaman saya : “kalimo’” : kelima…..”sada” : di gambarkan dengan lidi yg tegak jumlahnya hanya 1, seperti,,,sada lanang,,, ka sada, jadi kl hanya berdasar cerita yg sekarang sudah terjadi berbagai macam kepentingan jadi rancu.
Bagi yg sudah pernah lelaku menemui sedulur papat kalimo pancer…pernah bercerita pada saya bertemu dengan makluk,,,,cm detailnya saya bisa ceritakan secara bebas di sini,,,maaf.
matur nuwun

(tidak ada masalah dengan perbedaan pendapat, disini bebas, kami hanya memaparkan yang kami mengerti, diluar itu tidak.. titik dari materi ini tidak membahas Kalimasada, tapi karena ada sedikit diungkap, boleh kami luruskan bahwa banyak dalang yang juga tidak mengerti tentang Kalimasada secara utuh, maka sering diartikan dan dipelesetkan menjadi kalimat lain, seperti yang anda bilang; Kalima Usada, dan lainnya seperti Kalimasahadat, banyak lagi..
Sejarah perwayangan masih dipederbatkan antara orang india belajar ke jawa atau saat orang india datang kejawa membawa perwayangan, karena banyak hal yang berkaitan dengan perwayangan tidak ditemukan di india, demikian salah satunya contoh wayang kulit tidak ada di india. Dalam perwayangan telah banyak kata-kata juga jarang sudah dijumpai seperti, “Suro diro jayaning kang rat, suro brasto cekaping olah darmastuti” dan masih banyak yang hilang lagi.. apalagi mau mengerti artinya, tentu lebih tidak mungkin. maka kita wajib, menjaga kelestarian ajaran asli, bukan malah membuangnya lantaran kepentingan kelompok atau ketidak mengertian. Benar arti Kalimasada, disini bisa kami berikan sedikit maknanya: Kalimasada merupakan uraian dari Jawa itu sendiri berasal dari kata:
Ka artinya: Yang/ka
Lima artinya: Lima (5), (angka 5 sendiri mempunyai arti yang lebih di jawa.)
Sada artinya: lidi/selalu
Jadi, makna Kalimasada adalah Lima dalam Kesatuan
demikian sharing kami secara sederhana. Red)

Mengenai KALIMOSODO, saya pernah mendengar itu sebenarnya bahasa halus dari KALIMAH SYAHADAT, ini pernah saya baca di buku sejarah pewayangan dan para wali songo.
Mengenai DULUR PAPAT KELIMA PANCER, menurut pendapat dan pengalaman saya secara pribadi dan berguryu di daerah jawa timur, itu adalah 4 unsur yaitu API,TANAH,AIR dan ANGIN atau DULUR PAPAT(empat saudara kita) dan ke5 adalah CAHAYA( NUR) atau ROH, jadi secara tubuh adalah sedulur papat dan secara bathin adalah pancer atau roh dengan unsur cahaya.

Salam …
Boleh kasih komentar ya …. (tapi jangan dibilang nyeleneh ya pak Mod ..he..he…)
Saya setuju dengan pak MOD bahwa Kalimasada sudah ada sebelum kalimah syahadat dengan bahasa Jamus Kalimasada yang selama masa itu dipegang oleh Kiai Semar (menurut kisah pewayangan). Sedangkan Kalimah Syahadat yang dimaksudkan oleh mas Aries adalah suatu cara yang digunakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga dalam menyampaikan misi da’wah Islamiyah dimana pada masa itu beliau melihat bahwa dengan pewayangan (hiburan) mungkin mudah untuk bisa mengerti tentang Islam. Dan masing-masing anggota Walisongo mempunyai cara yang berbeda dalam menyampaikan da’wah ini. Dilihat dari urut kisah yang ada, Kalimasada adalah 5 cara yang bisa ditempuh untuk menyembuhkan penyakit hati (iri, dengki, sombong dll) …. Mungkin pada kadang Gantharwa lebih paham mengenai ini. Sedangkan makna ‘Sedulur Papat Kalimo Pancer’ adalah watak/karakter yang dimunculkan dalam kisah pewayangan dimana Kiai Semar sebagai lingkaran cahaya yang kemudian memecah menjadi 3 bagian (4 bagian termasuk Semar). 3 bagian inilah yang digunakan nama : Gareng, Petruk dan Bagong yang untuk selanjutnya disebut ‘Punakawan’ (pembantu, bukan seperti pembantu rumah tangga loch ya … tapi selalu membantu memberikan saran masukan yang bersifat positif kepada Prabu Kreshna) dimana ketiga bagian ini memiliki watak dan karakter yang berbeda-beda tetapi tetap mendukung ‘Kalimo’ nya. Jadi ‘Sedulur Papat’ adalah para Punakawan ini dan yang ke-5 nya adalah diri Prabu Kreshna dimana dalam hakikatnya Prabu Kreshna ini adalah Ruh manusia yang ditiupkan oleh Allah SWT. Sedangkan yang 4 sifat adalah sifat unsur pendukung yang dimasukkan oleh Allah (Air dan tanah adalah bagian dari Lumpur hitam yang bau (2 unsur), unsur Cahaya (penciptaan malaikat) – 1 unsur dan 1 unsur sisanya adalah Api (penciptaan Jin dan Iblis). Jadi keempat unsur inilah yang dilambangkan oleh para Punakawan ini. Oleh karena itu “manusia akan lebih tinggi derajatnya daripada malaikat jika mampu menundukkan hawa nafsunya (unsure API) dan akan lebih rendah daripada Iblis jika hawa nafsunya menguasainya”.

Ini pendapat dari saya ya pak MOD bukan berarti harus diterima loh ….

Wassalam
ATMO

8. Y.Hendrayana – Mei 3, 2007
Buat Mas Josie lagi ini ada tulisan yang mungkin bisa jadi bahan perenungan mudah2n bermanfaat.

Perjalanan Mencari Yang Haq

Ada dua jalan yang ditempuh orang dalam mencari yang haq dengan masing-masing dalilnya :
1. Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. (Dalil ini yang sangat populer dikalangan sufi, meditator , filosof, teolog)
2. Man `arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.

Pada jalan Pertama, biasanya di lakukan oleh para PENCARI MURNI, mereka belum memiliki panduan tentang tuhan dengan jelas. Dia hanya berfikir dari yang sangat sederhana …yaitu ketika ia melihat sebuah alam tergelar, muncul pemikiran pasti ada yang membuatnya atau ada yang berkuasa dibalik alam ini, … mustahil alam ini ada begitu saja … dan alam merupakan jejak-jejak penciptanya … Dengan filsafat inilah orang akhirnya menemukan kesimpulan bahwa Tuhan itu ada.
Sebagian meditator atau ahli sufi menggunakan pendekatan filsafat ini dalam mencari Tuhan, yaitu tahapan mengenal diri dari segi wilayah-wilayah alam pada dirinya, misalnya mengenali hatinya dan suasananya, pikiran, perasaannya, dan lain-lain sehingga dia bisa membedakan dari mana intuisi itu muncul, … apakah dari fikirannya, dari perasaannya, atau dari luar dirinya…

Akan tetapi penggunaan jalur seperti ini sering kali membuat orang mudah tersesat, karena pada tahapan-tahapan wilayah ini manusia sering terjebak pada ‘kegaiban’ yang dia lihat dalam perjalanannya, … yang kadang-kadang membuat hatinya tertarik dan berhenti sampai disini, karena kalau tidak mempunyai tujuan yang kuat kepada Allah pastilah orang itu menghentikan perjalanannya …. Karena disana dia bisa melihat fenomena / keajaiban alam-alam dan mampu melihat dengan Kasyaf apa yang tersembunyi pada alam ini … akhirnya mudah muncul ‘keakuannya’ bahwa dirinyalah yang paling hebat …akan tetapi jika dia kuat terhadap Tuhan adalah tujuannya, pastilah dia selamat sampai tujuannya…..

Teori yang dilakukan tersebut adalah jalan terbalik, karena dalam pencariannya ia telusuri jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkannya (melalui ciptaan / alam), … ibarat seseorang mencari kuda yang hilang, yang pertama di telusuri adalah jejak tanda kaki kuda, kemudian memperhatikan suara ringkik kuda dan akhirnya di temukan kandang kuda dan yang terakhir dia menemukan wujud kuda yang sebenarnya ….Hal ini sebenarnya sangat menyulitkan para pelaku pencari Tuhan, … karena terlalu lama di dalam mengidentifikasi alam-alam yang akan di laluinya ….

Dalil yang ke dua : adalah melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya …yaitu Yang Maha Dekat, … langkah ini yang paling cepat di tempuh dibanding dalil pertama… Karena dalil pertama banyak dipengaruhi oleh para filosof pada jaman pertengahan dalam hal ini filsafat Yunani. Teologi Kristen dan Hindu telah banyak mempengaruhi filsafat ini. sehingga Al Ghazali gencar mengkritik kaum filosof dengan menulis kitab tentang tidak setujunya dengan ide filsafat masa itu yaitu Tahafut Al Falasifah / kerancuan filsafat ….
Al-ghazali membantah pemikiran yang dimulai dengan rangkaian berfikir TERBALIK, … beliau mengajukan gagasan bahwa ummat islam harus memulai pemikirannya dari sumber pangkal ilmu pengetahuan yaitu Tuhan, BUKAN dimulai dari luar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, artinya sangat berbahaya karena di dalam filsafat memulai berfikirnya dari tahapan yang real menuju esensi dibalik semuanya berasal.

Sedangkan di dalam Islam menunjukkan keadaan Tuhan serta jalan yang akan di tempuh sudah di tulis dalam Alqur’an agar ummat manusia tidak tersesat oleh rekaan-rekaan pikiran yang belum tentu kebenarannya…
Pencarian kita telah di tulis dalam Alqur’an dan Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah …tidak menunjukkan alam-alam yang mengakibatkan menjadi rancu dan bingung … karena alam-alam itu sangat banyak dan kemungkinan menyesatkan kita amat besar…

Mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari Tuhannya .
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perinta-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Al Qaaf: 16)

Ayat-ayat diatas, mengungkapkan keberadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara utuh. Alqur’an mengungkapkan jawaban secara dimensional dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia seutuhnya. Saat pertanyaan itu terlontar, dimanakah Allah ? Maka Allah menjawab: Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian .atau dimana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku…dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu ….
Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita jika dalam mencari tuhan melalui tahapan terbalik…

Pada tahap pertama beliau nampak alam dan segala kejadian adalah satu bersama Allah SWT. dan pada tahap kedua nampak alam sebagai bayangan Allah; dan pada tahap ke tiga beliau nampak Allah SWT adalah berasingan dari pada segala sesuatu di alam ini.
Kalau hal ini hanya sebatas penjelasan terstruktur kepada muridnya, saya anggap hal ini tidak menjadi persoalan, … akan tetapi jika tahapan-tahapan ini merupakan METODOLOGI dalam mencari tuhan, … saya kira ini BERBAHAYA, karena yang akan berjalan adalah fikirannya atau gagasannya, … yang akhirnya timbul khayalan atau halusinasi.

Di dalam islam memulainya dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu yaitu dengan dzikrullah (mengingat Allah), … kemudian kita di perintah langsung mendekati-Nya, karena Allah sudah sangat dekat..tidak perlu anda mencari jauh-jauh melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan ..alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat. Tidak perlu kita memikirkannya…cukupkan jiwa ini mendekat secara langsung kepada Allah … karena orang yang telah berjumpa alam-alam belum tentu ia tunduk kepada Allah, karena alam disana tidak ada bedanya dengan alam di dunia ini karena semua adalah ciptaan-Nya !!

Akan tetapi jika anda memulai dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, maka secara otomatis anda akan diperlihatkan / dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas. Maka saya setuju dengan dalil yang KEDUA, barang siapa kenal TUHANNYA (ALLAH SWT)maka dia akan kenal dirinya. Sebab kalau kita kenal dengan pencipta-Nya, maka kita akan kenal dengan keadaan diri kita dan alam-alam dibawahnya, karena semua berada dalam genggaman-Nya…karena Dia meliputi segala sesuatu …karena Dia ada dimana saja kita ada, … dan Dia sangat dekat.

dan bagi yang tidak kenal Alqur’an akan mudah sekali berhenti dan tersesat kepada alam-alam itu …karena intuisi itu amat banyak yang muncul dari segala suara alam-alam tersebut

(Kesimpulan (buat my best Friend Josie Boleh Dong Kalo Saya Menyimpulkan, tapi jangan Diketawain ya:

Islam mengajarkan didalam mencari tuhan, telah diberi jalan yang termudah dengan dalil barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya … hal ini telah ditunjukkan oleh Allah bahwa Allah itu sangat dekat, … atau dengan dalil …barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 )
“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda).” (QS : Al Anfaal: 29)

Ayat-ayat ini membuktikan di dalam mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum filsafat atau ahli spiritual di luar islam, … karena mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahapan-tahapan alam-alam … Islam di dalam menemuhi Tuhannya harus mampu memfanakan alam-alam selain Allah dengan konsep laa ilaha illallah … laa syai’un illallah … laa haula wala quwwata illa billah … tidak ada ilah kecuali Allah … tidak ada sesuatu (termasuk alam-alam) kecuali Allah, … tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata ….maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita ….

Demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati kita
mudah mudahan saja josie selalu ingat saya,

Nah lho bukannya sama tuh bahasanya…mas bener kok Tuhan itu ndak jauh Dia deket kok,deket sekali….baiklah saya analogikan ma sebuah pengertian yg kita pernah jalanin pas kuliah telekomunikasi dulu…
Frekuensi…kita tahu kan frekuensi radio? nah kebetulan aku dikit paham tuh ttg frekuensi radio khususnya utk wireless internet. Nah kalo utk berkomunikasi satu sama laen kan butuh adanya koneksi(terhubung),bagaimana caranya bisa berhubungan satu sama laen antara yg namanya transmitter n receiver.Nah kalo di wireless internet( kebetulan dah beberapa kali insatalisasi di lapangan) antara receiver dan transmitter itu harus merupakan garis lurus ndak boleh ada kelok2 sedikit karna ktika ditembakan frekuensi ma transmitter maka receiver harus siap2 menerima.
Nah…saat itu yg dipersiapkan adalah bagaimana si receiver bisa menerima sinyal tsb dgn baek,maka banyak pengetesan yg dibuat dgn mencoba2 arahnya dgn tepat ke sasaran si transmitter mas. Kalo ndak pas kita coba lagi arahnya baik keatas-bawah mo pun samping kiri dan kanan..

mas bilang begini :
1. Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. (Dalil ini yang sangat populer dikalangan sufi, meditator , filosof, teolog)
2. Man `arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.

aku bilang dgn menyamakan frekuensi n pecahan kaca…bukankah hanya pebedaan bahasa mas? mas mengalami pengenalan TUHAN secara islam dan aku sedang dlm proses mengenalnya dgn cara saya sendiri…Kita jaman kuliah dulu pernah berdiskusi ttg ketahudian bukan? Masih ingat kata2 saya….kalo saya berdoa dgn sungguh2mpe air mata dan air hidung keluar bertanya pada TUHAN…” TUHAN… aku datang kepada pencipta alam semesta dan isinya…” apa yg datang setan mas? apa setan berani menjadi TUHAN…apa SANG PENCIPTA itu menolak doa saya?
aku pernah menganalogikan dgn matahari…apa bedanya manusia meliat matahari jika masing individu tingga di hutan,gunung,laut dan padang pasir? perbedaan itu karna
1.lingkungan
2.rasa
3.pikiran
inilah yg aku katakan pencarian melalui cermin yg pecah.Aku hanya mahkkluk terbatas akan apa yg ndak bisa aku bayangkan tp bisa aku rasakan yg merupakan kepuasanku.kenapa harus ada kepuasan? karna aku haus akan DIA..knpa aku haus? karna emang aku butuh DIA..knapa aku butuh DIA..karna aku berasal dan ciptaannya yg mulia spt kata kang iyan. Tapi apa bener aku mulia? bukankah banyak kelemahanku? banyak keterikatanku akan sesuatu yg aku sukai? knapa aku terikat? karna aku menyenanginya…kenapa aku menyenanginya? karna ketidak sadaranku akan DIA …knapa aku ndak sadar?…weleh aku ndak sadar krn aku lagi tidur!!!!

Bagaimana supaya bisa bangun?…itulah dia cermin pecah itu kang iyan…seseorang berusaha meliat kedalam diri agar menjadi suci dihadapanNYA…Mari coba kita selami diri…bukannkah kita banyak ikatan2? coba deh…apa dari sekian menit kita ndak pernah memikirkan sesuatu yg salah? contohnya: SEX…walah inikan menarik ya? liat ce aja pingin kita aja “dating”…itulah cermin pecah itu kang iyan….

Nah bagimana kita mecapai itu…mas iyan mengatakan dgn berzikir..that’s right my man…kalo aku dgn doa mas…doa…itu aja kok repot…

Intinya Tuhan itu bisa dekat dan jauh selama kita dekat apa jauh..ingat lagu..” aku jauh ENGKAU jauh…aku dekat ENGAKU dekat…” itulah ketrikatan kang iyan…

Pengertian kita sebenarnya sama,hanya beda bahasa yg tentunya didasarkan pengalaman masing utk meningkatkan spritual kita..bukan uka!!! bukan uka2 kang iyan….bukan…bukan hal2 gaib…bukan hal supranatural yg menurut kang iyan musyrik walopun musyrik itu bedanya setipis kertas..karna apa? berbicara ttg TUHAN berbicara hati dan iman…yg tentunya ndak bisa pake logika dan otak yg hanya sebesar genggaman tangan…tp lebih ke pengalaman dan pengalaman manusia yg tentunya berbeda satu sama laen…bukankah itu menandakan betapa hebatnya TUHAN itu….

Mudah mudahan tambahan tukilan surat ini bisa menjadi perenungan bersama.
mudah mudahan tulisan ini tidak terlalu panjang he….he….
(buat Ikhwanul Muslim, semoga qt ditunjukan pada jalan yang benar)

Mari kita endapkan keterikatan kita terhadap ‘isme’ yang kita miliki sekarang, sebab tidak akan objektif jika hal ini masih anda sandang … karena kebenaran itu akan tetap benar walaupun keluar dari kotoran anjing. (maaf saya tidak bermaksud mengeluarkan keimanan anda). Saya ingin anda melihat sesuatu itu apa adanya, tidak bercampur dengan anggapan / mitos, karena kebenaran itu meliputi segala sesuatu … Tidak ada yang terbebas dari kekuasaan yang maha mutlak. Walaupun saya mengungkapkan dengan kata-kata wahyu dalam alqur’an , saya akan tetap berbicara keuniversalan.

Sebelum kita memasuki kepada persoalan kebenaran MUTLAK, saya akan mengajak anda untuk memperhatikan gejala-gejala yang dialami oleh manusia, mulai dari gejala fisik, anda akan melihat sesuatu yang sama pada diri manusia. Fisik merupakan miniatur alam jagad raya, dimana dia tercipta dari untaian materi yang saling mengikat, bergerak, berevolusi, kemudian tumbuh dan berkembang … . Juga anda perhatikan degup jantung, desah nafas, kedipan mata, yang bergerak bukan kemauan dirinya, semua ada diluar kekuasaan dirinya, itulah kebenaran adanya “kekuasaan” yang meliputi dirinya. Satu hal kebenaran yang bisa dirasakan bersama, baik orang hindu, islam, budha, atau kristen…( Allah meliputi orang-orang kafir ; QS. Al Baqarah:19).

Dari segi kejiwaan, dalam dirinya ada rasa, senang, cinta, bahagia, kebencian, dan kepuasan. Jika kesadaran akan kejiwaannya berkembang maka akan ditemui keistimewaan jiwa yang amat luas, misalnya seorang meditator mampu melihat jarak jauh dengan kekuatan fikiran (telepati), tidak terbakar oleh panasnya api dll, semua nya adalah fenomena yang bisa terjadi kepada siapa saja jika digali dengan latihan kesadaran yang benar … Kebenaran itu juga telah terjadi kepada orang yang tekun melatih kejiwaannya maupun fisik dengan baik, sehingga muncul kekuatan yang timbul seperti mukjizat (jika hal ini terjadi kepada seorang yang terdoktrin dengan suatu agama maka dia akan menyandarkan kekuatan itu kepada apa yang menjadi kepercayaannya)

Seperti halnya orang yang melatih pernafasan dengan baik, ia mengolah energi bioelektrik dalam tubuhnya sehingga mampu memberikan kekuatan yang luar biasa. Tidak heran jika seorang yang telah mahir menghimpun daya elektrik ia mampu memecahkan balok es, mematahkan besi baja, mampu mendeteksi barang yang tersembunyi, tahan pukul benda keras maupun senjata tajam ..dll
Semua itu ada terjadi kepada manusia penganut agama apapun, akan tetapi mereka menyandarkan kekuataan itu kepada apa yang di yakininya … apakah itu kepada Yesus, Hyang Widhi, Tao, Sang Budha, Allah, dewa-dewa, dll, tergantung kepada doktrin kepercayaannya, tetapi pada hakikatnya kekuatan itu ada, tidak bisa dipungkiri.

Pada tatanan fenomena fisik dan psikhis, mungkin kita akan mengalami kesamaan dengan perjalanan meditator..penyembuh, pastor atau pendeta, biksu yang tekun berkonsentrasi kepada apa yang diyakininya (dalam hal ini Tuhan/ dewa-dewa) atau kadang juga sama dengan penggali olah jiwa yang tidak menggunakan pengertian ketuhanan sama sekali … seperti orang-orang yang mengembangkan kekuatan psikologisnya … telepati, hipnotisme dan olah rasa. Pengalaman-pengalaman ini bukanlah penentu sebuah klaim kebenaran agama tertentu, sehingga menganggap agama lain tidak mampu berbuat demikian, … tidak !! Akan tetapi hal ini sebagaimana ilmu-ilmu yang lainnya bersifat universal, seperti perasaan rindu, …cinta…sedih … bahagia … dan ketenangan. Keadaan ini bisa disebut sebagian dari pengalaman perasaan rohani. Yang tidak bisa di klaim sebagai milik orang islam saja, atau orang Kristen … dan yang lain. Banyak pendeta yang berdoa digereja memohon kesembuhan bagi sipenderita sakit parah ia bisa sembuh, … pendeta budha pun demikian, … dan tidak sedikit pula dari kalangan islam yang bukan kyai bisa berdoa untuk yang sakit, iapun bisa sembuh !!

Lalu apakah sebenarnya yang terjadi terhadap mereka ini, sehingga apa yang mereka lakukan tampak tidak ada bedanya walaupun cara mereka berbeda dalam melakukan ritual, … bahkan berbeda kepercayaan ketuhanannya !!

Mungkin akan saya ungkapkan apa yg menjadi pembeda (antara islam (samawi) dengan Agama Ardhi )

teman-teman sekalian mungkin saya ingin ikut sharing mengenai papat kalima pancer.
papat kalima pancer merupakan sebuah wacana yang perlu terus kita gali dan kita renungkan plus bertukar fikiran dengan orang-orang tua kita yang sudah mumpuni baik dari ilmu tahid dan ilmu rasanya.
menurut petunjuknya papat kalima pancer itu pusatnya ada di PANCER (yaitu lubuk hati yang paling dalam) dan PAPAT-nya adalah unsur-unsur ilahi yang kita sendiri hak untuk mendapatkannya.
karena dengan menggunakan PAPAT itu kita bisa selalu ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai penguasa alam semesta ini.
Papat yang pertama adalah nur-nya Allah (Nurullah=Cahaya dari Allah) bias dari asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah, tanda dari PANCER-nya yaitu dalam segala sesuatu/ gerak gerik selalu BERSERAH DIRI kepada Allah dan pengakuan kita sebagai mahluknya merasa tiada daya secara ruhani dan tiada kekuatan secara jasmani kecuali hanya Allah yang memberikan gerah hidup dan kehidupan, dan berupaya untuk selalu meng-ibadahkan segala sesuatu untuk BERIBADAH kepada Allah memohon Ridho Allah, Rahmat Allah.
Papat yang kedua adalah NUR MUHAMMAD (cahaya syafa’at yang Allah cipta untuk Hambanya (Rasulullah) yang Allah mulyakan. setelah kita berserah diri kepada Allah lewat PANCER (lubuk hati yang paling dalam) ada sebuah kelembutan sebagai sebuah rahmat yang Allah berikan kepada mahluknya agar kita tunduk dan lemah lembut kepada Allah, selalu merasa sayang kepada apapun dan siapapun sebagaimana Rasulullah mempunyai perangai yang lembut dan berahlak mulia bagi semua mahluk.
PAPAT yang ketiga yaitu MALAIKAT sebagai kendaraan untuk membawa NURULLAH dan NUR MUHAMMAD tadi kedalam diri kita pada waktu kita berserah diri kepada Allah dan mengibadahkan segala sesuatu hanya untuk Allah dan fungsi malaikat ini untuk membantu memintakan permohonan ampun mendoakan kepada kita sebagai mahluk yang lemah, banyak berbuat dosa (karena manusia tempat salah dan lupa) dan nominal mereka tidak sedikit mendukung kita dalam beribadah kepada Allah.
PAPAT yang ke empat adalah KAROMAH yaitu berisi doa-doa dari para orang sholeh terdahulu (doa dari para Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan para Auliya serta Sholihin yang telah mendahului kita) yang oleh allah diberikan kesempatan untuk membantu mendoakan segala hajat hidup kita dalam mengarungi kehidupan didunia sebagai bekal ibadah nanti kita setelah meninggal (akhirat).
Semoga Allah mengampuni kedua orang tua kita, keluarga kita, mengampuni kita, dan orang-orang yang mempunyai hak dan kewajiban atas kita yang seiman serta mengampuni sesepuh-sesepuh kita.
Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah kepada kita dan mereka.
Semoga kita dan mereka semua dijadikan golongan dari hamba-hamba Allah yang sholeh.
Semoga Allah selalu memberikan TEMPAT dan JALAN YANG TERBAIK menurut ketentuan Allah dengan Ridho Allah, Rahmat Allah, Syafa’at Rasulullah dari Dunia Sampai Akhirat.

24. thomas – September 23, 2007
boleh ikutan..sama2 belajar dan menurut saya ini sudah masuk kepemahaman tentang ruh,makanya Allah memberi pengetahuan tentang ruh hanya sedikit,karna sangatlah rumit bagi yang belum tahu rahasianya.menurut saya yang dimadsud sedulur 4lima pancer itu adalah unsur manusia itu sendiri,kita punya api,air,angi,dan tanah dan lima nya adalah nurulloh tapi bagaimana caranya bisa mendapatkan nurulloh adalah mengolah salah satu dari unsur 4 itu.mereka bukan sekedar unsur tapi mereka hidup dan wujudnya sama seperti jasad kita masing2 kalu dibahas sangat dalam dan masih banyak yang mesti dijelasin,ini di alquran tidak tercantum tapi karena manusia punya akal insya Allah kita bisa tahu rahasia sebenarnya sebelumnya mohon maaf jika ada salah kata jika ada yang mau berbagi langsung ke email saya saja thomas_titomns@yahoo.com,saya juga masih ingin terus belajar

25. marijan – September 23, 2007
sedulur papat kalimo pancer nya banyak ya versinya…
ya sah sah saja semuanya itu dan supaya bisa menambah khasana “interpretasi” dan menambah pengetahuan…
menurut hemat saya mengenai inti sadulur papat kalimo pancer adalah seperti yang termaktub dalam pengertian jawa…
dan pengertian jawa itu adalah pengertian jawa yang sebenar benarnya…
kawroeh kulo jawi ingkang sejatos…
pengertian saya adalah pengertian jawa yang sebenar benarnya…
toh kalau “dibungkus” dengan bungkusan yg bagus tetap isi aslinya adalah yang asli…

selamat berpetualang…

26. adji digdaja – September 23, 2007
mas marijan,
sama halnya ketika jika kita membahas JIMUS KALIMOSODO…
ada beberapa versi yang menginterpretasikan JIMUS KALIMOSODO..
1. ada yang menginterpretasikan 2 kalimah syahadat
2. ada yang menginterpretasikan lahirnya pancasila
3. ada yang menginterpretasikan tokoh pewayangan pandawa lima
apakah semua nya salah? tentu tidak…karena cara pandang setiap orang tidaklah sama..

hal yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan ISI/makna dari Jamus Kalimosodo…
sebagai orang yang berpengertian jawa yang mendapatkan warisan dari leluhur Jawa, pengertian jamus kalimusodo secara singkat adalah:
istilah jamus kalimosodo terdapat dalam kisah pewayangan baratayudha, suatu jamus/surat yang ada tulisannnya tentang pengertian/kawruh. “barang siapa mendapat kawruh ini ia akan menjadi raja/mempunyai kekuasaan yang besar…
kitab ini dimiliki oleh prabu yudistira(samiaji) yang selalu menang dalam peperangan dan akhirnya masuk surga tanpa kematian…memiliki dalam hal ini adalah bukan saling berebut tetapi saling berebut memiliki makna..
arti Kalimasada terdiri dari beberapa bagian:
Ka= huruf/pengejaan Ka
Lima=angka 5
Sada= lidi/tulang rusuk daun kelapa yang diartikan Selalu
Jadi kelima ini haruslah utuh(selalu 5)…
Kelima unsur kalimasada teridiri dari:
1. KaDonyan(Keduniawian)
ojo ngoyo dateng dunyo yang arti singkatnya adalah jangan mengutamakan hal2 yang bersifat duniawi…kebutuhan duniawi kita kejar tapi jgn diutamakan..
2. Ka Hewanan ( sifat binatang)
ojo tumindak kaya dene hewan, cotoh:asusila. amoral, tidak beretika dll
3. KaRobanan
Ojo ngumbar hawa nafsu yang arti singkatnya jangan memelihra hawa nafsu…nafsu itu harus dikendalikan…
4. Kasetanan
Ojo tumindak sing duduk samestine yang arti singkatnya jangan bertindak yang tidak semestinya
ex: gengsi, sombong( ingin seperti Gusti), menyesatkan, berbuat licik dlll
5. KaTuhanan
artinya kosong
Gusti Allah iku tan keno kinoyo ngopo nanging ono yang artinya Gusti Allah tidak dpat diceritakan secara apapun tapi toh ada…
Gantharwa adalah salah satunya yang diberikan “pusaka” mewarisi warisan dari leluhur Jawa…
Pengertian Asli dari jamus kalimosodo diatas adalah isi murni dari pengertian sebenarnya..setiap orang boleh membungkusnya dengan bungkus apapun tetapi jangan sampai kehilangan makna aslinya…
karena pengertian diatas adalah pengertian sebenarnya dari jamus kalimusodo…

Semoga bermanfaat,
Adji Digdaja

27. Adi – Nopember 19, 2007
Sepertinya kidung ini sesuai dengan topik di atas. Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang.
Buat mas Natawarga, sepertinya mas lebih ahli untuk menjelaskan makna kidung. Monggo lho. Matur nuwun.

28. salehos (Red) – Nopember 21, 2007
Bapak/ ibu sekalian
Tentang Sedulur Papat kalimo pancer, merupakan ilustrasi dari pemahaman terhadap hubungan komponen diri terhadap Tuhan. sengaja diciptakan untuk memberi deskripsi tentang perjalanan ruhani manusia mencari Sang Maha Ada. hal tsb bukan sekedar kita maknai saja pada tataran pemahaman istilah tetapi benar-benar harus kita dapati dan temukan jalan Mengenal Tuhan, agar bisa mengenal Tuhan. dari jaman dahulu kala manusia terus-menerus mendiskusikan ttg ketuhanan. Kenapa harus begitu? Tuhan tidak dapat dijangkau dengan akal.

Jalani saja Agama Islam kita secara benar, mulai dari tataran Syariat, Tarikat tuk menuju Hakikat sampai Ma’rifat.
klo ada keraguan ya cari saja sumber2 yg valid yang mu’tabarah..sholat istikharah jika perlu dilakukan setiap hari ba’da maghrib (maaf ini teknis) dan harus ada pada rel Iman, Islam, dan Ikhsan…bagaimana caranya…..Ya cari Ulama2 yang kredible thd ilmu ini, cari ilmu kepada Beliau..banyak kok klo kita niat mencari, klo sekedar hanya berteori ya selesai sampe pada ‘kontepelasi’..hehe (bukan nyalahin diskusi – tp tolong gali, ngaji diri, ngaji laku) buktikan sendiri apa sih sedulur papat kelima pancer itu. klo dah tau pasti diem, ngglenggem dan mawas diri…

http://gantharwa.wordpress.com/2007/03/20/sedulur-papat-kalima-pancer/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s