ILMU KEJAWEN

Asmak, Hizb & Ijazah..

kali ini saya akan bercerita tentang sebuah aspek menarik dalam khasanah keislaman. Seperti biasa, ceritanya akan melompat dari satu topik ke topik yang lain.  Diawali dari ilmu hikmah dan diakhir dengan pembahasan mengenai ijazah.

Saya sendiri sebenernya adalah pemain baru dalam dunia hizb & asma.  Belum genap 1 tahun saya berkecimpung di bidang ini.

Apa yang saya tulis disini kebanyakan berasal dari interaksi saya dengan Margaluyu, disamping mempraktekan 10 gerak ajaib, keilmuannya dipenuhi oleh berbagai doa.  Selain itu saya juga sering mengadakan diskusi dengn guruku yg kebetulan sudah menjadi pengasuh pondok pesantren.

Ilmu Hikmah
keberadaan hizb & asma tidak bisa dilepaskan dari ilmu hikmah. Ilmu hikmah adalah suatu cabang keilmuan Islam yg definisi longgarnya adalah ‘bunga dari al qu’ran’. jadi keilmuan2 ini adalah hasil renungan terhadap qur’an dan tidak akan dijumpai di al qur’an.

Salah satu karakter penting dari ilmu hikmah adalah tujuan keilmuan tadi menyelesaikan masalah umat. contoh : kekayaan, kesaktian, penyembuhan, dll.

Tentu saja, ini tidak terlepas dari peranan sosial para ulama pada masa itu yang menjadi panutan masyarakat & menjadi tempat orang-orang untuk minta tolong.

Cakupan keilmuannya cukup luas. Mulai dari amalan berupa doa yang harus diulang sekian kali, wafaq – doa tertulis yang ditulis menurut tata cara tertentu, minyak – yg terbuat dari berbagai macam bahan langka & punya khasiat yg berbeda-beda, pusaka, sampai ilmu menghitung nama & tanggal lahir.

Kabarnya al hikmah tidak hanya mencakup ilmu gaib. tapi terus terang saya belum ketemu al hikmah yang bukan ilmu gaib.

Ilmu hikmah tentu saja berbeda dengan al hikmah.  Al hikmah sendiri adalah perguruan yang didirikan oleh Abah Syaki. Saya punya dua orang kenalan perawat Al Hikmah. Kisawung dan paman saya.

Hizb
Hizb, definisi mudahnya adalah kumpulan doa-doa.

Ada beberapa syarat agar sebuah doa disebut hizb:
1. beredar kalangan penganut tarekat
2. penciptanya biasanya adalah pendiri aliran tarekat atau tokoh di aliran tarekat.
3. silsilah penurunan hizb jelas
4. harus disertai dengan pemberian ijazah.

Pada awal penciptaan, hizb biasanya adalah doa yang digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah. Makin kesini, hizb berubah menjadi doa multi fungsi yang dilengkapi dengan khadam – alias penjaga gaib. kegunaannya pun macam2. mulai dari wibawa, perang gaib, perlindungan, pengobatan, pengasihan, dll.

Asma
Dulu, diawal-awal pencarian.  Saya selalu bingung, apa sih asma atau asmak ? apa bedanya asma dengan hizb ? beberapa sesepuh menjawab dengan jawaban yang mirip : ” asma dan hizb berbeda di silsilahnya “.

Seiring dengan waktu, pengalaman makin bertambah. Berikut ini fakta-fakta menarik mengenai asmak :
1. tidak harus berbahasa arab. Banyak Asmak yang bercampur dengan bahasa Suryani, sunda, madura, Jawa.
2. dibuat oleh ulama, yang tidak harus anggota tarekat
3. Ada beberapa asmak yang diturunkan dari hizb tertentu.
4. Tidak membutuhkan ijazah, jadi bisa asal langsung sikat.
5. Secara kualitas, Hizb dianggap lebih mulia ketimbang Asmak. Ini karena Hizb sanadnya dijaga & kualitas ulama-ulama terseleksi dengan baik. Ini berujung pada :
6. Asmak dilarang dipraktekkan di beberapa pesantren. Tapi ini lebih pada faktor Kiai pengasuh pondok nya.

Doa-doa margaluyu sendiri kebanyakan campuran bahasa sunda & arab. bisa digolongkan sebagai asmak.

Menurut kegunaan, lelaku & pemakaian khadam, asma & hizb itu hampir sama.

Ijazah
Ijazah sendiri selalu menjadi kontroversi di kalangan pencari ilmu. ada yang bilang bahwa itu penting. Ada juga yang ngomong itu tidak perlu. Belum pernah ada kesepakatan.

Syekh abu Hasan Al Sadlilyi, pendiri as-sadliiyah, berkata : semua ilmu adalah milik Allah dan tidak mewajibkan Ijazah untuk semua keilmuan yang berasal darinya. Klo bisa ambil silahkan ambil. Begitu kira-kira kata beliau.

Ada banyak fakta-fakta kontradiktif yang saya temukan dalam eksplorasi saya :
1. ada yang bilang ijazah sebagai pengikat tanggung jawab. Saya memberi ijazah keilmuan A pada seseoarang, maka penyalahgunaan ilmu A itu menjadi tanggung jawab moral saya.
2. ada juga yang bilang ijazah itu hanya membuat ilmu menjadi halal. tanggung jawab diberikan pada masing2 orang. tentu saja orang tidak akan membayar apa yang orang lain perbuat.
3. ada Ijazah keilmuan yang dilakukan dengan cara tradisional. Biasanya rumit, disertai dengan transfer energi dalam bentuk tertentu (air didoai, air rendaman merah delima, minyak, dll) dan tata cara tertentu (doa gak boleh ditulis, doa ditulis dan diminum, dll).
4. ijazah keilmuan ada yang dilakukan hanya dengan berkata : “silahkan diamalkan”, tanpa disertai transfer energi.
5. Ijazah ada yang disertai puasa dan ada yang tidak. Waktu itu kenalan saya berkata : ” ini ijazah dari saya, Anda tidak usah puasa, karena ilmu sudah saya puasa-in 9 tahun “. Pengalihan puasa seperti ini banyak dijumpai di margaluyu, jadinya orang-orang margaluyu Jakarta merasa gak perlu puasa lagi.

Contohnya Abah Idit saat menurunkan keilmuan XX. Gak usah puasa Cep.., Abah sudah 40 hari mutih ditambah tujuh hari ngebleng. dengan gaya nya yang khas.

Belum ada orang yang bisa menjelaskan tentang ijazah ini secara gamblang dan komprehensif.  Semuanya masih trivial dan kontradiktif.

Barang kali teman-teman ada yang bisa ?

http://hebiryu.wordpress.com/2008/10/17/asmak-hizb-ijazah/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s