Mewaspadai Efek Samping Obat Rematik

Oleh Prof. Dr. Myrnawati

DI masyarakat kita terdapat 100 macam penyakit rematik, beberapa di antaranya dikeluhkan sebagai encok, pegal linu, dan boyok pegel. Umumnya keluhan tersebut merupakan gejala kaku, nyeri, bengkak sampai keterbatasan gerak sendi.
Sebagian orang kurang mengeluhkan gangguan tersebut, bahkan menganggapnya sebagai suatu hal biasa karena terlalu banyak bekerja keras. Atau paling-paling cukup membeli ”obat rematik” dari warung atau toko obat. Biasanya jasa dokter baru diperlukan setelah rasa nyerinya tak tertahankan atau terdapat perubahan bentuk sendi.
Padahal pemakaian obat untuk rematik, baik yang dibeli sendiri di warung maupun toko obat atau yang diberikan oleh dokter, hanyalah salah satu mata rantai penanggulangan penyakit rematik, di samping istirahat, proteksi sendi, fisioterapi, pembedahan dan psikoterapi. Karenanya, penanggulangan rematik bukan sekadar penggunaan obat semata.
Sebenarnya obat bagi penderita rematik mempunyai dua tujuan, yaitu menghilangkan ketulian maupun gejala peradangan serta bila mungkin menghentikan progresivitas penyakit. Untuk memperoleh hasil pengobatan yang baik, maka obat harus tepat dalam dosis dan diberikan kepada penderita yang sesuai, dalam jangka waktu yang optimal.
Untuk rematik dianjurkan menggunakan obat penghilang rasa sakit sederhana semacam paracetamol atau aspirin untuk nyeri yang ringan. Obat ini tidak mempengaruhi proses peradangan yang terjadi. Sehingga hanya berguna untuk keluhan nyeri ringan dan bukan untuk pengobatan jangka panjang. Sedangkan ”obat rematik” yang banyak dijumpai di pasaran, termasuk yang diberikan dokter adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Bahkan obat golongan ini masih dianggap mampu menanggulangi gejala dan dapat menekan proses peradangan, meskipun tidak dapat menghentikan proses penyakit.
Sampai saat ini OAINS memang dapat digunakan pada semua keluhan rematik, baik pada sendi maupun di luar sendi. Tapi paling bermanfaat pada rematik di luar sendi. Dengan cacatan, perlu dibantu dengan fisioterapi maupun suntikan kortikosteroid pada persendian.

Efek Samping
Sangat memprihatinkan bahwa berbagai ”obat rematik” di pasaran yang banyak kita kenal lebih menonjolkan pada indikasi dan berbagai manfaatnya. Padahal obat-obat yang umumnya termasuk OAINS ini sarat dengan efek samping.
Tidak tercantumnya informasi efek samping dan kontra indikasinya membuat pengguna obat harus benar-benar mempertimbangkan derajat penyakit termasuk penyakit lain yang diderita oleh penderita, takaran obat serta jangka waktu pemakaian. Tanpa pertimbangan-pertimbangan tersebut, ”obat rematik” bisa berubah menjadi pemicu malapetaka.
Efek samping pemakaian obat untuk rematik, khususnya OAINS yang masih dianggap primadona, dari tahun ke tahun semakin bertambah. Efek samping terhadap lambung dan ginjal telah cukup dikenal. Sebagian efek samping OAINS dapat diterangkan dengan adanya hambatan sintesis prostaglandin. Misalnya pemakaian OAINS tertentu dapat memicu serangan asma, karena hambatan terhadap prostaglandin yang berfungsi menurunkan tonus otot cabang tenggorok (bronkus).
Studi epidemiologi yang dilakukan terhadap pemakaian OAINS menunjukkan bahwa 20-30 persen pemakai mempunyai komplikasi pada lambung, berupa ulkus peptikum. Namun demikian, komplikasi ini timbul akibat perbedaan respons individu terhadap OAINS. Jadi jika seseorang mengalami borok pada lambung setelah minum OAINS tertentu, bukan berarti kambuh bila minum OAINS yang lain.
Perforasi usus besar juga dapat terjadi pada pemakaian OAINS. Peninggian kadar enzim hati yang bersifat sementara dapat ditemukan pada pemakai obat ini, meskipun biasanya tidak menimbulkan masalah serius.
Efek samping terhadap ginjal merupakan problem serius, termasuk gagal ginjal akut, hipertensi, retensi cairan dan hiperkalemia (kadar kalium yang tinggi di dalam darah). Faktor penyedia efek samping terhadap ginjal pada pemakaian obat golongan ini berupa gangguan fungsi ginjal, kekurangan cairan karena berbagai sebab diabetes melitus, gangguan fungsi hati serta gagal jantung. Karena itu, informasi yang jelas tentang kondisi kesehatan sangat diperlukan sebelum mengonsumsi ”obat rematik”.
Efek samping lain dapat terjadi pada kulit, susunan saraf pusat, darah serta paru-paru. Kebanyakan reaksi kulit terhadap pemakaian OAINS pada kulit relatif ringan, meskipun dilaporkan adanya kasus gatal-gatal (urtikaria) maupun angio-oedema. Sedangkan pada susunan saraf, dapat timbul suara berdenging, sakit kepala, bahkan rasa mengantuk. Pada darah, dapat terjadi anemiaplastik, anemihemolitik maupun trombositopeni. Efek samping para paru-paru umumnya berupa penyempitan cabang tenggorok dan ini berbahaya bagi penderita yang mempunyai riwayat asma.

COX-2 Inhibitor
Melihat kenyataan tersebut, kini dikembangkan obat baru dengan tujuan memperkecil efek samping terhadap pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Obat yang termasuk dalam kelas COX-2 inhibitor terbaru (Rofecoxib) diharapkan dapat meminimalkan efek samping tersebut. Meski demikian tetap dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan, dengan menjaga sikap badan, cara bekerja serta pengaturan makanan, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat. Obat sebenarnya merupakan pertimbangan terakhir, mengingat berbagai efek samping tersebut.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan sendiri di rumah bisa dimulai tanpa obat, melainkan dengan menghangatkan persendian yang sakit. Ada bermacam cara pemanasan yang dapat dilakukan oleh setiap penderita di rumah. Salah satu di antaranya dengan cara mengompres. Sediakan air hangat dalam mangkuk dan handuk kecil. Celupkan handuk ke dalam air dan tekan-tekankan pada persendian yang terganggu tersebut Ulangi cara ini berkali-kali sampai bagian yang sakit berkurang rasa nyerinya.
Cara lain, dengan memasukkan air panas ke dalam botol. Kompreskan botol hangat ini pada persendian yang sakit, sampai terasa nyaman. Sinar matahari pun dapat dipakai untuk memanaskan persendian punggung yang sakit. Untuk cara ini, dibutuhkan alas tidur yang menyerap panas, misalnya terpal. Jemurlah alas ini di bawah sinar matahari sampai beberapa lama, kemudian berbaringlah di atas terpal hangat ini dengan nyaman.

Penulis adalah pakar kedokteran keluarga
http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2002/02/1/kes03.html

By wanda Posted in Obat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s